suarasurabaya.net - Setelah resmi menjabat sebagai Wakil Walikota Surabaya, Wisnu Sakti Buana dikabarkan akan segera didorong untuk menjadi Walikota Surabaya pengganti Tri Rismaharini pada pemilihan kepala daerah 2015 mendatang.

"Ini Pak Wisnu adalah pengganti saya, sekarang dia Wawali, ini calon pemimpin Surabaya, biar kenal dan dekat dengan warga," kata Bambang DH, mantan Walikota Surabaya di hadapan ribuan warga dalam acara Grebek Maulud di Rangkah, Surabaya, Selasa (14/11/2014).

Menurut Bambang DH, sebagai kader partai, maka kinerja Wisnu memang tidak akan optimal membantu warga jika statusnya hanya sebagai Wakil Walikota.

Apalagi dalam undang-undang tugas wakil walikota hanyalah di bidang pengawasan, pemberdayaan perempuan dan lingkungan. "Semua masih bergantung walikota, kecuali Pak Wisnu nanti diberikan tugas tambahan," ujarnya.

Karenanya, dalam Pilwali mendatang, Bambang optimis partainya akan merekomendasikan Wisnu Sakti sebagai calon walikota. Dan waktu satu tahun menuju pilwali, diharapkan Wisnu bisa lebih optimal dalam menjangkau masyarakat sehingga lebih dikenal dan dekat dengan masyarakat.


Di PDI-P, kata Bambang, calon kepala daerah harus dijaring melalui rapat kerja cabang khusus. Hasil penjaringan lantas akan disampaikan ke DPP untuk mendapatkan rekomendasi.

PDI-P sendiri berkepentingan untuk kembali mempertahankan kemenangan dalam pilkada sehingga waktu satu tahun ini diharapkan bisa dipergunakan dengan baik oleh Wisnu Sakti untuk mendekatkan diri pada masyarakat.

Megawati, sebagai ketua umum partai, kata Bambang, saat ini juga terus memantau kondisi politik di Surabaya. Karena Surabaya diharapkan tetap menjadi lumbung utama perolehan suara PDI-P.

"Dan ke depan, bursa wawali tetap menjadi tujuan utama kami disamping kami juga harus memenangkan pemilu 2014 ini," kata dia. (fik/edy)

Teks Foto :
- Bambang DH (kanan) dan Wisnu Sakti Buana (kiri)
Foto : Eddy suarasurabaya.net
Editor: Eddy Prastyo



POLITIK

PDI-P Dorong Wisnu Gantikan Risma

Laporan Fatkhurohman Taufik | Selasa, 14 Januari 2014 | 20:12 WIB
suarasurabaya.net - Setelah resmi menjabat sebagai Wakil Walikota Surabaya, Wisnu Sakti Buana dikabarkan akan segera didorong untuk menjadi Walikota Surabaya pengganti Tri Rismaharini pada pemilihan kepala daerah 2015 mendatang.

"Ini Pak Wisnu adalah pengganti saya, sekarang dia Wawali, ini calon pemimpin Surabaya, biar kenal dan dekat dengan warga," kata Bambang DH, mantan Walikota Surabaya di hadapan ribuan warga dalam acara Grebek Maulud di Rangkah, Surabaya, Selasa (14/11/2014).

Menurut Bambang DH, sebagai kader partai, maka kinerja Wisnu memang tidak akan optimal membantu warga jika statusnya hanya sebagai Wakil Walikota.

Apalagi dalam undang-undang tugas wakil walikota hanyalah di bidang pengawasan, pemberdayaan perempuan dan lingkungan. "Semua masih bergantung walikota, kecuali Pak Wisnu nanti diberikan tugas tambahan," ujarnya.

Karenanya, dalam Pilwali mendatang, Bambang optimis partainya akan merekomendasikan Wisnu Sakti sebagai calon walikota. Dan waktu satu tahun menuju pilwali, diharapkan Wisnu bisa lebih optimal dalam menjangkau masyarakat sehingga lebih dikenal dan dekat dengan masyarakat.


Di PDI-P, kata Bambang, calon kepala daerah harus dijaring melalui rapat kerja cabang khusus. Hasil penjaringan lantas akan disampaikan ke DPP untuk mendapatkan rekomendasi.

PDI-P sendiri berkepentingan untuk kembali mempertahankan kemenangan dalam pilkada sehingga waktu satu tahun ini diharapkan bisa dipergunakan dengan baik oleh Wisnu Sakti untuk mendekatkan diri pada masyarakat.

Megawati, sebagai ketua umum partai, kata Bambang, saat ini juga terus memantau kondisi politik di Surabaya. Karena Surabaya diharapkan tetap menjadi lumbung utama perolehan suara PDI-P.

"Dan ke depan, bursa wawali tetap menjadi tujuan utama kami disamping kami juga harus memenangkan pemilu 2014 ini," kata dia. (fik/edy)

Teks Foto :
- Bambang DH (kanan) dan Wisnu Sakti Buana (kiri)
Foto : Eddy suarasurabaya.net
Editor: Eddy Prastyo



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA