suarasurabaya.net - Langkah Wisnu Sakti Buana untuk menduduki kursi Wakil Wali Kota Surabaya sudah di depan mata.

Kepastian ini sesudah diterimanya surat gubernur nomor 131/585/011/2014 yang ditujukan pada Wali Kota dan Ketua DPRD Surabaya, untuk menggelar Rapat Koordinasi Persiapan akhir pengambilan sumpah dan pelantikan Wawali Surabaya, sisa jabatan 2010-2015. Dalam surat itu disebutkan, kalau rapat koordinasi akan digelar Senin (20/1/2014) di Ruang Rapat Biro Adminitasi Umum Kantor Gubernur Jawa Timur Jalan Pahlawan, Surabaya.

Proses pelantikan Wisnu Sakti Buana untuk jadi Wawali Kota Surabaya menggantikan posisi Bambang Dwi Hartono yang mundur Agustus 2013 lalu, dinilai beberapa anggota DPRD Surabaya ada yang janggal.

"Harusnya pelantikan Wawali Surabaya lewat Rapat Banmus dan Paripurna, tidak langsung seperti itu," ujar satu di antara anggota DPRD Surabaya yang enggan disebut identitasnya.

Mochammad Mahmud Ketua DPRD Surabaya waktu dikonfirmasi tentang rencana pelantikan Wisnu Sakti Buana itu, enggan memberi komentar.

Sementara Wisnu Sakti Buana waktu dikonfirmasi mengatakan, dirinya menyambut gembira dengan rencana pelantikan dirinya. "Yang benar 20 Januari itu bukan pelantikan, karena banyak beredar kabar saya dilantik tanggal itu, tapi yang benar tanggal 20 Januari itu baru rapat koordinasi, untuk menentukan jadwal pengambilan sumpah dan pelantikan," ujarnya.

Ditambahkan Wisnu, kalau memang tidak ada kendala, bisa saja pelantikan dilakukan besoknya atau 21 Januari 2014 sesudah rapat koordinasi digelar. "Kalau soal tempat pelantikan yang dikabarkan di Grahadi, itu jadi kewenangan gubernur, sebaiknya tanyakan saja ke gubernur," ujar Wisnu.

Waktu ditanya tentang surat keputusan dari Mendagri yang mengangkat dirinya untuk jadi Wawali Surabaya, Wisnu mengatakan, belum menerima surat itu dan kemungkinan sesudah pelantikan baru akan diterima. "Mungkin nanti kalau sudah dilantik, surat itu akan saya terima," jawabnya optimis.

Sebelumnya dikabarkan, proses pemilihan dan pemilihan Wisnu Sakti Buana untuk jadi Wawali Surabaya sempat di tentang beberapa anggota DPRD Surabaya yang menilai proses yang dilewati untuk menggelar pemilihan tidak sah. Tapi kenyataan di DPRD Surabaya Wisnu Sakti Buana akhirnya terpilih secara aklamasi mengalahkan Syaifuddin Zuhri yang kader PDI Perjuangan, untuk menggantikan posisi Bambang Dwi Hartono yang mundur karena maju dalam Pilgub Jawa Timur, Agustu 2013 lalu.

Wisnu Sakti Buana merupakan Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya yang juga Wakil Ketua DPRD Surabaya dan secara resmi, Senin (13/1/2014) lalu sudah mundur dari kursi Wakil Ketua DPRD Surabaya. (tas/ipg)

Teks Foto:
- Wisnu Sakti Buana.
Editor: Iping Supingah



POLITIK

Langkah Wisnu Sakti Jadi Wawali Surabaya Sudah Pasti

Laporan Teguh Ardi Srianto | Jumat, 17 Januari 2014 | 20:00 WIB
suarasurabaya.net - Langkah Wisnu Sakti Buana untuk menduduki kursi Wakil Wali Kota Surabaya sudah di depan mata.

Kepastian ini sesudah diterimanya surat gubernur nomor 131/585/011/2014 yang ditujukan pada Wali Kota dan Ketua DPRD Surabaya, untuk menggelar Rapat Koordinasi Persiapan akhir pengambilan sumpah dan pelantikan Wawali Surabaya, sisa jabatan 2010-2015. Dalam surat itu disebutkan, kalau rapat koordinasi akan digelar Senin (20/1/2014) di Ruang Rapat Biro Adminitasi Umum Kantor Gubernur Jawa Timur Jalan Pahlawan, Surabaya.

Proses pelantikan Wisnu Sakti Buana untuk jadi Wawali Kota Surabaya menggantikan posisi Bambang Dwi Hartono yang mundur Agustus 2013 lalu, dinilai beberapa anggota DPRD Surabaya ada yang janggal.

"Harusnya pelantikan Wawali Surabaya lewat Rapat Banmus dan Paripurna, tidak langsung seperti itu," ujar satu di antara anggota DPRD Surabaya yang enggan disebut identitasnya.

Mochammad Mahmud Ketua DPRD Surabaya waktu dikonfirmasi tentang rencana pelantikan Wisnu Sakti Buana itu, enggan memberi komentar.

Sementara Wisnu Sakti Buana waktu dikonfirmasi mengatakan, dirinya menyambut gembira dengan rencana pelantikan dirinya. "Yang benar 20 Januari itu bukan pelantikan, karena banyak beredar kabar saya dilantik tanggal itu, tapi yang benar tanggal 20 Januari itu baru rapat koordinasi, untuk menentukan jadwal pengambilan sumpah dan pelantikan," ujarnya.

Ditambahkan Wisnu, kalau memang tidak ada kendala, bisa saja pelantikan dilakukan besoknya atau 21 Januari 2014 sesudah rapat koordinasi digelar. "Kalau soal tempat pelantikan yang dikabarkan di Grahadi, itu jadi kewenangan gubernur, sebaiknya tanyakan saja ke gubernur," ujar Wisnu.

Waktu ditanya tentang surat keputusan dari Mendagri yang mengangkat dirinya untuk jadi Wawali Surabaya, Wisnu mengatakan, belum menerima surat itu dan kemungkinan sesudah pelantikan baru akan diterima. "Mungkin nanti kalau sudah dilantik, surat itu akan saya terima," jawabnya optimis.

Sebelumnya dikabarkan, proses pemilihan dan pemilihan Wisnu Sakti Buana untuk jadi Wawali Surabaya sempat di tentang beberapa anggota DPRD Surabaya yang menilai proses yang dilewati untuk menggelar pemilihan tidak sah. Tapi kenyataan di DPRD Surabaya Wisnu Sakti Buana akhirnya terpilih secara aklamasi mengalahkan Syaifuddin Zuhri yang kader PDI Perjuangan, untuk menggantikan posisi Bambang Dwi Hartono yang mundur karena maju dalam Pilgub Jawa Timur, Agustu 2013 lalu.

Wisnu Sakti Buana merupakan Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya yang juga Wakil Ketua DPRD Surabaya dan secara resmi, Senin (13/1/2014) lalu sudah mundur dari kursi Wakil Ketua DPRD Surabaya. (tas/ipg)

Teks Foto:
- Wisnu Sakti Buana.
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA