POLITIK

Rachmawati dan Kawan-Kawan Minta Kasusnya Dihentikan

Laporan Muchlis Fadjarudin | Selasa, 10 Januari 2017 | 17:43 WIB
Suasana pertemuan Rachmawati Soekarnoputri dengan anggota DPR-RI. Foto Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Rachmawati dan tersangka dugaan makar lainnya minta kasusnya dihentikan. Demikian terungkap dalam audiensi atau pertemuan dengan pimpinan DPR dan anggota Komisi III di gedung DPR RI.

Rachmawati dan kawan-kawan ditemui Fadli Zon Wakil Ketua DPR RI, Supratman Andi Agtas dan Wenny Warrouw kedua dari Komisi III atau Komisi Hukum DPR RI.

"Kami 20 Nopember bertemu dan melakukan konsolidasi dengan tokoh-tokoh nasionalis. Ada dua tema yang dibahas yaitu solidaritas aksi bela Islam dan bela negara dalam mengembalikan UUD 1945 ke naskah asli," kata Rachmawati saat menyampaikan ke pimpinan DPR soal kronologis sebelum ditangkap Polri, Selasa (10/1/2017).

Dia juga menceritakan pengalamannya soal makar yang sebenarnya yaitu ketika Soekarno presiden RI yang pertama digulingkan tahun 1965.

"Saya di istana saat itu, dan tahu apa itu makar. Pasukan mengepung istana, dan menayakan dimana presiden (Soekarno). Sementara kami tanggal 2 Desember 2016 hanya datang ke MPR, bagaimana itu disebut makar?" kata dia bertanya-tanya.

Untuk itu, Rachmawati berharap agar kasusnya segera di SP3 (dihentikan) sebagai jalan yang terbaik, dan dilakukan rembug nasional.

Sementara Fadli Zon mengatakan kalau berdasarkan penjelasan Rachmawati dan kawan-kawan, seharusnya kasus tersebut bukan makar. Untuk itu, Fadli akan menindaklanjuti keluhan tersebut melalui Komisi III DPR.

"Kalau mendengar cerita teman-teman ini seharusnya ini bukan kategori makar. Kita akan tindak lanjuti melalui Komisi III agar masalah ini menjadi jelas," kata Fadli.

Sekadar diketahui, selain Rachmawati Soekarno Putri dalam pertemuan tersebut hadir juga tersangka dugaan makar lainnya seperti Kivlan Zein dan Hatta Taliwang. Ahmad Dani tersangka penghinaan presiden juga ada, termasuk istri dari Sri Bintang Pamungkas tersangka makar yang ditahan.(faz/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.