POLITIK

Jokowi dan JK Saling Melengkapi, Tak Mungkin Pecah

Laporan Muchlis Fadjarudin | Jumat, 19 Mei 2017 | 16:42 WIB
Joko Widodo Presiden dengan Jusuf Kalla Wakil Presiden. Foto: Facebook Presiden Joko Widodo
suarasurabaya.net - Maruarar Siarit Politikus PDI Perjuangan membantah ada perpecahan antara Joko Widodo Presiden dengan Jusuf Kalla Wakil Presiden pasca Pilkada DKI Jakarta.

Maruarar memastikan tidak ada persaingan sama sekali antara Joko Widodo (Jokowi) dengan Jusuf Kalla. Ara, panggilan Maruarar memastikan Keduanya saling menghargai satu sama lain.

"Pak Jokowi dan Pak JK itu perpaduan yang sangat baik sejak Pilpres dilaksanakan. Pasangan yang dipilih rakyat, dan sah secara konstitusional," ujar Ara di Jakarta saat dimintai tanggapan isu perpecahan Jokowi-JK, Jumat (19/5/2017).

Keduanya, kata dia, juga merupakan kombinasi yang baik dan saling melengkapi satu sama lain, sehingga tidak mungkin pecah.

"Saya mengenal mereka berdua dan sering berkomunikasi dengan mereka berdua," kata Maruarar, yang dikenal dekat dengan Jokowi dan JK ini.

Jokowi dan JK, menurut Ara, sama-sama tahu posisi masing-masing. Jokowi bergerak, bekerja dan menjalankan tugas sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan bekerja dengan gaya komunikasi lapangan yang memahami denyut nadi kehendak rakyat. Sementara JK juga sangat tahu dan menempatkan diri sebagai orang kedua Presiden.

Sementara Asep Warlan Yusuf Pengamat politik dari Universitas Parahyangan Bandung punya pandangan sama dengan Ara. Asep menilai bahwa afiliasi dan pilihan dalam momentum politik merupakan hal yang wajar dilakukan Jokowi dan JK selama tidak menggunakan instumen negara. Keduanya sudah sangat tepat selama ini.

"Saya lihat tidak ada keretakan itu ketika keduanya saling pengertian," kata Asep.

Asep yakin Jokowi dan JK merupakan sama-sama politisi yang sudah berpengalaman. Karena itu, Asep yakin mereka berdua akan tetap solid hingga Pilpres 2019.

"Kalau ada pendekatan yang berbeda dalam satu isu politik atau lengkah kebijakan, itu biasa. Dan selama ini Jokowi-JK nampak kompak-kompak saja," ujar Asep.

Ardian Sopa Pengamat politik dari LSI Denny JA, menilai bahwa isu perpecahan Jokowi dan JK hanya konsumsi di kalangan elit saja. Publik tetap melihat keduanya sebagai dua sosok yang kompak dan solid.

"Keduanya masih terlihat komitmen dalam menjaga program pembangunan secara bersamaan. Isu perpecahan hanya penggelembungan isu saja yang dibuat elit," kata Sopa.

Bahkan Sopa melihat dukungan JK pada Anies dalam Pilkada DKI Jakarta sebagai hal yang positif bagi Jokowi. JK masuk ke dalam lingkaran Anies sehingga dominasi Prabowo berkurang.

"JK hadir mengimbangi Prabowo. Ini sangat bagus," kata dia.(faz/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA