POLITIK

DPP PBB Tegur Keras Anggotanya di DPRD Timika yang Menolak Kibarkan Bendera Merah Putih

Laporan Muchlis Fadjarudin | Sabtu, 12 Agustus 2017 | 13:47 WIB
Yusril Ihza Mahendra Ketua Umum Partai Bulan Bintang. Foto:abadikini.com
suarasurabaya.net - Menyikapi konflik antara DPRD Kabupaten Timika dengan Gubernur Papua yang berujung penolakan DPRD untuk mengibarkan bendera merah putih dalam merayakan HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus tahun ini, DPP PBB menegaskan telah menegur keras anggotanya di DPRD Timika.

"Sikap PBB adalah tegas bahwa NKRI adalah harga mati dan wajib hukumnya kita pertahankan dalam keadaan apapun juga" demikian ditegaskan oleh Yusril Ihza Mahendra Ketua Umum Partai Bulan Bintang di Jakarta, Sabtu (12/8/2017).

Dia menjelaskan bahwa adanya konflik antara DPRD Kabupaten Timika dengan Bupati Mimika dan Gubernur Papua haruslah diselesaikan melalui cara-cara yang sah dan konstitusional dengan mengedepankan dialog, tanpa harus mengutak atik NKRI.

DPP PBB telah memberikan teguran keras kepada Theo Dekne, Anggota DPRD dari PBB Mimika, yang menyatakan menolak mengibarkan bendera RI dalam merayakan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus tahun ini. Theo juga mengajak konstituennya untuk tidak ikut menghadiri upacara HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus nanti.

Sebagaimana diketahui PBB mempunyai 6 kursi dari 35 anggota DPR Kabupaten Timika. Hampir setahun sejak Desember 2016, DPRD Timika dinonaktifkan oleh Gubernur Papua karena konflik internal di daerah. Dua minggu yang lalu, Bupati Timika datang ke Jakarta menemui Yusril untuk mencari penyelesaian konflik internal tersebut.

Yusril menyarankan agar konflik diakhiri dan minta Gubernur Papua untuk mengaktifkan kembali DPRD Timika. Langkah ini penting bukan saja untuk menenteramkan sitiasi daerah, tetapi juga dalam rangka menyongsong Pilkada Serentak tahun 2018 mendatang. (faz/bid)
Editor: Zumrotul Abidin



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.