POLITIK

Amplop Tertutup dari Kiai Soal Pilgub Jatim untuk Megawati Soekarnoputri

Laporan Denza Perdana | Senin, 11 September 2017 | 15:17 WIB
Megawati Soekarnoputri usai makan siang di Kediaman Wali Kota Surabaya, Jalan Sedap Malam, Senin (11/9/2017). Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Hasto Kristianto Sekjen PDI Perjuangan mengatakan dalam waktu dekat ini masih di Bulan September, Megawati Soekarnoputri Ketua Umum PDI Perjuangan akan memutuskan siapa calon yang akan diusung di Pilgub Jatim 2018.

Soal kriteria calon yang akan diusung, Hasto memang memberikan sinyal bahwa calon yang akan diusung berasal dari Nahdlatul Ulama.

"Sesuai penilaian Megawati, calon itu harus berpijak kuat kepada akar Nahdlatul Ulama (NU), tetapi juga mempunyai hubungan sangat baik dengan PDI Perjuangan," katanya.

DPP PDI Perjuangan juga telah menugaskan Ahmad Basarah Wakil Sekjen PDI Perjuangan untuk menemui tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama. Menurut Hasto, ada titipan dari para Kiai untuk Megawati Soekarnoputri.

"Sudah masuk, tinggal Pak Ahmad Basarah melaporkan. Karena ada oleh-oleh dari para Kiai, masukan-masukan yang disampaikan dalam amplop tertutup untuk Ibu Megawati Soekarnoputri," ujarnya.

Hasto, mewakili DPP PDI Perjuangan berharap, setelah amplop itu dibuka oleh Megawati Soekarnoputri, maka dalam rapat DPP PDI Perjuangan berikutnya sudah ada kejelasan siapa calon gubernur dan calon wakil gubernur yang akan diusung dalam Pilgub Jatim.

Berbagai masukan telah diterima oleh DPP PDI Perjuangan. Menurut Hasto perwakilan pengurus di Jatim juga sudah menyampaikan dinamika dan pemetaan politik di Jawa Timur.

"Keputusan calon yang diusung di Jawa Timur ini sangat penting, karena Bung Karno lahir di Jatim, sehingga PDI Perjuangan akan melibatkan berbagai tokoh supaya ini menjadi kerja gotong royong bersama, untuk Jawa Timur yang lebih baik," katanya. (den/bid/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.