POLITIK
Melalui Parlemen Myanmar

DPR RI Minta Pemerintah Myanmar Memanusiakan Etnis Rohingya

Laporan Muchlis Fadjarudin | Selasa, 12 September 2017 | 13:54 WIB
Komisi XI DPR RI menerima kunjungan dari belasan anggota Parlemen Myanmar di gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (12/9/2017). Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Komisi XI DPR RI menerima kunjungan dari belasan anggota Parlemen Myanmar di gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (12/9/2017).

Komisi XI dipimpin langsung oleh Ketuanya yaitu Melchias Markus Mekeng, didampingi beberapa anggotanya seperti Eva Kusuma Sundari dan Refrizal.

Menurut Mekeng, mereka banyak mempertanyakan tugas dan fungsi Komisi XI, khususnya soal usaha ekonomi mikro dan makro di UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) .

"Kita sudah menjelaskan UMKM di sini gimana keberpihakan pemerintah juga dari DPR," kata Mekeng.

Dalam kesempatan tersebut, kata dia, DPR menyerahkan surat yang ditandatangani sekitar 30 orang dari semua fraksi di DPR RI.

"Tadi kita juga sempat menyerahkan surat dari anggota DPR tentang keprihatinan kita kepada masarakat di Rohingya, dan kita minta surat ini disampaikan langsung kepada ketua DPR di sana agar DPR di sana bisa mengambil langkah lebih kongkrit," kata Mekeng.

Menurut Mekeng, dalam surat tersebut, DPR RI Minta Myanmar agar etnis Rohingya diperhatikan sebagai manusia.

"Masyarakat di Rohingnya itu diperhatikan sebagai manusia," ujarnya.

Karena Indonesia saja sebagai negara tetangga memperhatikan mereka, bahkan ada yang tinggal disini, maka Mekeng juga minta mereka agar juga lebih memanusiakan etnis Rohingya daripada Indonesia.

Menurut Mekeng, parlemen Myanmar berjanji akan menyampaikan ini kepada ketua DPR nya, tetapi mereka juga menyampaikan Myanmar belum full demokrasi.

"Dari satu pemerintahan yang militer belum dilepas peran militer yang begitu kuat, Nah mereka akan berusaha semaksimal mungkin tentang kemanusiaan ini," tegas Mekeng.(faz/dwi/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.