POLITIK

Rekonsiliasi Hamas dan Fatah, Langkah Penting Menuju Palestina Merdeka

Laporan Muchlis Fadjarudin | Jumat, 13 Oktober 2017 | 16:49 WIB
suarasurabaya.net - Abdul Kharis Almasyhari Ketua Komisi 1 DPR RI menyambut positif rekonsiliasi Hamas dan Fatah, dua faksi Palestina yang selama ini bersebrangan. Hamas dan Fatah sudah menandatangani kesepakatan rekonsiliasi di Kairo, Mesir, Kamis (12/10/2917).

"Apapun yang terbaik untuk Palestina pasti kita dukung, dari soal pembukaan kantor konsulat khusus, persoalan Masjid Al Aqsho hingga soal rekonsiliasi Hamas dan Fatah ini. Kita serius 1000% ingin melihat kemerdekaan dan perdamaian di Palestina", jelas Kharis dalam pesan singkatnya, Jumat (13/10/2017)

Sebagai Ketua Komisi 1 DPR RI, yang mitra kerja salah satunya adalah Kementerian Luar Negeri, terhadap rekonsiliasi tersebut, Kharis berharap kalau poin-poin kesepakatan diharapkan berdampak signifikan untuk menyatukan tidak hanya antara dua faksi saja, tetapi seluruh faksi di Palestina, sehingga Palestina yang merdeka dan berdaulat dapat diwujudkan.

Dalam waktu dekat, kata dia, yang paling mendesak adalah dibukanya isolasi terhadap Gaza yang selama ini menghadapi masalah kemanusiaan yang serius. Pintu perbatasan Rafah harus segera dibuka sehingga bantuan kemanusiaan dapat disalurkan. Demikian juga proses rekonstruksi fisik, ekonomi dan sosial di Gaza yang hancur pasca bombardir Israel dapat dilakukan dengan segera.

"Poin kesepakatan kedua pihak terkait kontrol perbaatasan Rafah harus dilaksanakan dengan serius. Keseriusan Mesir, sebagai tetangga terdekat dan yang juga mengkontrol perbatasaan Rafah, harus ditekankan," kata Kharis.

Yang terakhir harapan Anggota DPR RI dari fraksi PKS ini adalah peran diplomasi dan kemanusiaan negara-negara lain, termasuk Indonesia, harus ditingkatkan dan jangan berhenti.

"Rekonsiliasi ini harus segera dibarengi terus dengan upaya diplomasi, Presiden Jokowi dan Menlu Retno Marsudi harus terus berusaha di setiap forum internasional untuk mendorong semua negara, PBB agar segera dukung Kemerdekaan Palestina. Misi-misi kemanusiaan dari berbagai Negara, atau NGO harus terus dilakukan. Rakyat Palestina selalu membutuhkan bantuan kita semua," tutup Kharis.(faz/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.