POLITIK

Muhaimin: Perbedaan Pilihan Politik di Kalangan NU Itu Biasa

Laporan Zumrotul Abidin | Minggu, 22 Oktober 2017 | 20:50 WIB
Muhaimin Iskandar Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Saifullah Yusuf calon gubernur yang akan diusung oleh PKB bersama PDI Perjuangan, dalam Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2017 di GOR Sidoarjo, Minggu (22/10/2017). Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Muhaimin Iskandar Ketua Umum DPP PKB mengatakan, perbedaan politik di kalangan masyarakat Nahdlatul Ulama (NU) sudah biasa terjadi. Hal ini dia ungkapkan berkaitan kemungkinan bahwa Khofifah, yang merupakan Ketua Umum Muslimat NU, maju dalam bursa Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018.

"Saya tidak tahu apa benar Khofifah maju. Kita lihat saja," ujarnya, di sela mengikuti Hari Santri Nasional (HSN) 2017 di GOR Sidoarjo, Minggu (22/10/2017).

Muhaimin yakin, dengan mesin kekuatan dan kinerja partai (PKB dan PDIP), serta daya dukung masyarakat Jatim, Saifullah Yusuf lebih unggul dari calon lainnya. Menurutnya, PKB sudah dua kali mengusung calon gubernur yang bisa bersaing ketat meskipun kalah tipis.

"Dilihat dari kemampuan dan kinerjanya serta daya dukung masyarakatnya, alhamdulillah PKB di Jatim kuat. Sudah dua kali dukung Khofifah di Pilgub Jatim. InsyaAllah saat dukung Saifullah Yusuf ini menang. InsyaAllah Saifullah Yusuf unggul," katanya.

Menurut Muhaimin, jika benar pada Pilgub 2018 Khofifah akan maju, pihaknya tidak risau tentang adanya perpecahan di tubuh NU. Perbedaan pilihan politik bagi warga NU merupakan hal yang sudah sangat biasa. "Biasa lah. Di kalangan NU beda pilihan politik biasa lah," katanya.

Sekadar diketahui, Saifullah Yusuf dan Abdullah Azwar Anas telah resmi diusung oleh PKB dan PDIP untuk Pilgub Jatim. Sementara, Khofifah Indar Parawansa meski telah didorong oleh Golkar dan Nasdem tapi belum secara resmi mendeklarasikan diri untuk maju dalam Pilgub Jatim. (bid/den)
Editor: Denza Perdana



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.