POLITIK

DPW PAN Jatim: Pernyataan Zulkifli Hasan Masih Koma, Tidak Titik

Laporan Denza Perdana | Selasa, 14 November 2017 | 18:23 WIB
suarasurabaya.net - Agus Maimun Bendahara Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) mengatakan, pernyataan Zulkifli Hasan Ketua Umum PAN usulkan Emil Dardak dampingi Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jatim belum final.

"Kemungkinan-kemungkinan itu ada, tapi bukan sebuah keputusan. Artinya, Ketua Umum (PAN) pun tidak titik, tapi koma, kan, itu?" Ujarnya ketika dihubungi suarasurabaya.net, Selasa (14/11/2017).

Agus mengatakan, harus dicermati bahwa prinsip DPW PAN Jatim bersama dua partai lain, Gerindra, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), adalah memenangkan kompetisi dan membangun Jatim yang lebih baik.

"Kami di poros baru ini, pilihannya dua. Apakah sikap kami bertiga akan mengarahkan dukungan kepada poros yang sudah ada, atau membentuk poros baru. Semua dimungkinkan," ujarnya.

Dia mengatakan, sampai saat ini memang belum ada instruksi lanjutan berkaitan usulan Zulkifli Hasan yang sedikit melipir mendukung Khofifah dengan mengusulkan Emil Dardak sebagai bakal calon wakil gubernur.

"Itu harus dikomunikasikan dulu ke dua partai lain. Keputusannya bukan keputusan satu pihak, tapi keputusan bersama. Kami sekarang lebih berbicara posisi poros baru, apakah menjadi jawaban dari masyarakat jatim atau tidak, dan seterusnya. Itu yang akan diperkuat. Baru kemudian tokoh (cagub dan cawagub,red) akan mengikuti," ujarnya.

DPW PAN Jatim, bersama Gerindra dan PKS, kata Agus saat ini juga sudah memiliki beberapa tokoh yang bisa menjadi calon gubernur yang turut dalam kompetisi Pilgub Jatim 2018.

"Pasti ada, tapi kami belum membuka ke publik karena kami ingin memberi kejutan ke masyarakat bahwa inilah sosok yang diharapkan, dan bisa menjawab kegalauan dan keresahan selama ini," ujarnya.(den/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA