POLITIK

Bawaslu RI: Ada Pidana untuk Pelaku dan Penerima Politik Uang

Laporan Denza Perdana | Selasa, 05 Desember 2017 | 20:33 WIB
Ratna Dewi Pettalolo Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI saat berada di Kantor Bawaslu Jatim, Selasa (5/12/2017). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Ratna Dewi Pettalolo Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menilai masyarakat masih mentolerir politik uang.

Karena itu, dia menegaskan perlunya gerakan nyata untuk membangkitkan masyarakat agar menjalankan proses demokrasi secara sehat.

"Pemilih kita terdiri dari pemilih cerdas, tradisional dan pragmatis. Kalau yang pragmatis paling gampang digoda dengan uang," katanya di Kantor Bawaslu Jatim, Selasa (5/12/2017).

Dia mengatakan budaya money politics masih sangat subur karena praktik itu sulit diungkap oleh Bawaslu dan Kepolisian.

"Ada unsur yang harus dipenuhi dan itu sulit sekali membuktikannya," katanya.

Karena itu, pemerintah khususnya KPU perlu secara aktif mengedukasi masyarakat soal bahaya money politik.

"Harus didorong secara aktif untuk mengedukasi masyarakat," tambahnya.

Terutama sosialisasi bahwa dalam aturan pemilu yang baru, pemberi dan penerima uang bisa dijerat pidana. 

Dia berharap masyarakat turut aktif melaporkan ke Bawaslu bila terjadi politik uang di sekitarnya. Dia akan lebih berterima kasih bila masyarakat melaporkan dugaan politik uang ini bersama bukti-bukti yang ada.

"Kalau memang ada bukti maka harus segera diproses. Kalau unsur unsur pidana terpenuhi akan ditindaklanjuti," katanya.(den/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA