POLITIK

Mengenal Puti, Sosok Pengganti Mas Anas

Laporan Restu Indah | Rabu, 10 Januari 2018 | 15:20 WIB
Pencarian Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarnoputri atau Puti Guntur Soekarnoputri di mesin pencarian Google. Foto: Capture google
suarasurabaya.net - Nama Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarnoputri atau Puti Guntur Soekarnoputri, semula tidak banyak diperbincangakan di dunia Politik.

Namun, sejak Selasa (9/1/2018) malam, nama Puti hangat diperbincangkan warga Jatim, bahkan hanya dalam 45 menit, lebih dari 13 juta orang mencari kata "Puti" di mesin pencarian google.

Pencarian google dan twiiter ini meneguhkan rasa penasaran publik pada Sosok Puti, yang tak lain adalah cucu dari Soekarno Presiden pertama Republik Indonesia.

Puti adalah putri satu-satunya dari Guntur-Heni Guntur Soekarno. Lahir di Jakarta pada 26 Juni 1971 Puti memulai debut politiknya dengan menjadi anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan sejak pemilu 2009.

Puti ialah kader PDIP yang menjabat anggota DPR RI periode 2009-2014 dan 2014-2019 dari daerah pemilihan Kabupaten Ciamis, Kabupaten Kuningan, dan Kota Banjar di Jawa Barat. Wanita yang lahir di Jakarta pada 26 Juni 1971 itu juga menjabat Wakil Ketua Yayasan Fatmawati dan Ketua Yayasan Wildan.

Dia terjun ke politik dengan menjadi kader PDIP setelah menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik pada Universitas Indonesia. Dia tercatat juga menjadi juru bicara kampanye Pemilu Presiden tahun 2009 untuk pasangan calon Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto di wilayah Jawa Barat dan Bengkulu.

Gaya orasi Puti sendiri, disebut mirip dengan gaya Soekarno. Dalam sebuah simposium internasional Universitas Kokushikan, Tokyo, Jepang, Puti diundang sebagai pembicara utama simposium internasional.

Puti diundang dua tahun berturut-turut untuk jadi pembicara utama. Pidato yang bawakan adalah ideologi negara Indonesia: Pancasila, yang digali oleh sang kakek, Bung Karno.

Dalam bursa Pilkada, Puti sempat masuk dalam daftar bakal calon gubernur/wakil gubernur Jawa Barat dari PDIP untuk Pilkada tahun 2018. Namun melalui surat bernomor 3938/IN/DPP/I/2018, PDIP memutuskan duet Gus Ipul-Puti di Pilgub Jatim. Surat ini diteken Megawati dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (rst/all)


Komentar Anda
Komentar 1
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA