POLITIK

PDIP: Puti Guntur Dianggap Darah Segar yang Bisa Menangkan Pilgub Jatim

Laporan Zumrotul Abidin | Rabu, 10 Januari 2018 | 18:21 WIB
Tim Pemenangan Pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarnoputri, satu diantaranya Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Sri Untari Sekretaris Tim Pemenangan Pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarnoputri mengatakan, kehadiran Puti menjadi spirit baru untuk memenangkan Pilgub Jatim.

"Nanti ada 1000 kader PDIP yang siap mengantar mbak Puti ke KPU Jatim. Kami bergembira, karena mbak Puti kerso (mau) masuk menjadi calon di Pilgub Jawa Timur. Kami akan all out memenangkannya, dengan hadirnya mbak Puti, kami merasa punya darah segar untuk Jatim," ujarnya dihubungi suarasurabaya.net Rabu (10/1/2018).

Untari juga mengatakan, saat ini tim pemenangan tengah menunggu kedatangan Puti Guntur di Terminal 2 Bandara Juanda. Diantara tokoh yang ikut menjemput adalah Tri Rismaharini Walikota Surabaya, Wisnu Sakti Buana Wakil Walikota Surabaya dan Kusnadi Ketua DPD PDIP Jatim.

"Kami sekarang ini pukul 17.44 WIB menjemput mbak Puti di Juanda 2. Kami bersama Bu Risma, Pak Wisnu, dan Pak Kusnadi," katanya.

Untari mengatakan, selesai dari Bandara Juanda rombongan Puti Guntur ditunggu para Ibu Nyai di kantor DPW PKB Jl Ketintang. Dari kantor PKB kemudian menuju Kantor DPD PDI Perjuangan di Kendangsari untuk Konferensi Pers.

"Setelah itu, sekitar pukul 20.00 WIB, kami berangkat bersama-sama mengantar Gus Ipul dan Mbak Puti menuju ke KPU Jatim untuk mendaftar," katanya.

Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarnoputri telah mengantongi dukungan 58 kursi dengan rincian PKB 20 kursi, PDIP 19 kursi, PKS 6 kursi, dan tambahan dukungan dari Gerindra 13 kursi.

Jika cuaca mendukung, pendaftaran pasangan calon Gus Ipul-Puti Guntur akan dilakukan dengan jalan kaki dari Kendangsari diiringi kesenian reog, barongsai dan jaranan. (bid/dwi)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA