POLITIK

Kapolri Larang Anggotanya Foto Bareng Dengan Calon Kepala Daerah

Laporan Muchlis Fadjarudin | Kamis, 11 Januari 2018 | 21:37 WIB
Jendral Tito Karnavian Kapolri dalam rapat konsultasi gabungan dengan DPR di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/1/2018). Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Jenderal Tito Karnavian Kapolri melarang anggota Polri foto bersama dengan calon kepala daerah. Ini penting untuk menjaga netralitas Polri dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2018.

"Melalui telegram yang intinya setiap anggota Polri harus netral, tidak berpihak. Selain itu juga melarang foto-foto dengan calon kepala daerah, wakil kepala daerah. Ini kita keluarkan arahan-arahan seperti itu," ujar Tito dalam rapat konsultasi gabungan dengan DPR di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Menurut Tito, posisi pemerintah, Polri dan TNI memang harus dijaga tetap netral sambil mendorong elemen masyarakat di semua wilayah untuk menyuarakan isu-isu yang mendinginkan.

"Contohnya masalah Persatuan dan kesatuan, Kebhinekaan, kemudian Pancasila dan lain-lain itu harus digalakkan supaya situasi yang memanas dapat terkendali dan dikelola," kata Kapolri.

Selain mengeluarkan telegram untuk jajarannya agar tetap netral, Tito juga menegaskan kalau pihaknya melakukan pengawasan terhadap anggota-anggotanya baik secara internal dan eksternal.

"Kita juga melakukan mekanisme pengawasan internal. Jadi kalau nanti ada informasi anggota kita tidak netral, kita pasti akan melakukan investigasi secara internal oleh jajaran Irwasum dan jajaran Propam. Tapi kami juga membuka pintu kepada pihak-pihak eksternal untuk membantu mengawasi. Jadi kalau ada informasi anggota Polri yang tidak netral,kami akan segera melakukan investigasi internal," kata Tito.(faz/bid)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA