POLITIK

Soekarwo Tegaskan Karakter Leadership Menjadi Penentu Kemajuan Jatim

Laporan Zumrotul Abidin | Jumat, 12 Januari 2018 | 15:08 WIB
Soekarwo Gubernur Jatim. Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Soekarwo Gubernur Jatim menegaskan, selain program kerja yang pro rakyat, karakter kepemimpinan yang visioner menjadi faktor penentu kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.

Pernyataan Soekarwo ini ditujukan kepada Gubernur Jatim yang nantinya terpilih dalam Pilgub Jatim 2018.

Menurut Soekarwo, Gubernur penggantinya kelak harus memperhatikan beberapa poin permasalahan dalam menyejahterakan rakyat Jatim.

"Penduduk Jatim di tahun 2018 itu 39,8 juta. Penduduk seperti itu memiliki derajat pendidikan formal untuk vokasional yang harus diseimbangkan. Penyaluran ke pasar tenaga kerja juga harus diperhatikan. Ini hasil kerjasama dengan BPS yang kami sodorkan kepada kepemimpinan selanjutnya," kata Soekarwo di Gedung Negara Grahadi, Jumat (12/1/2017).

Menurut Soekarwo, Gubernur Jatim terpilih nanti harus sudah siap menyusun program kerja berdasarkan hitungan titik nol pemerintahan baru di tanggal 12 Februari 2019.

Beberapa poin yang harus diperhatikan adalah tabulasi permasalahan disparitas antar wilayah dan disparitas antar penduduk. Lalu, analisa buruh dengan ring, yang harus ada skenario industri sehingga tidak terpusat di ring 1 (Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Pasuruan).

"Industri dan perburuhan bisa menyebar ke tempat lain yang ongkos produksinya bisa ditekan, tapi syaratnya kereta api doble track dan tolnya sudah jadi. Industri pengolahan jadi prioritas utama," katanya.

Soekarwo mengatakan, pemimpin selanjutnya juga harus bisa memetakan dengan memisahkan antara penduduk miskin struktural dan miskin kultural. Karena miskin kultural itu tidak bisa dibantu melalui kebijakan wajib, tapi bisa lewat bansos. Kalau miskin struktural itu menjadi kewajiban pemerintah, seperti penggusuran PKL maka harus dicarikan tempat yang strategis sebagai relokasi.

Selain itu, kata Soekarwo, isu lingkungan menjadi sangat penting karena menyangkut usia harapan hidup dan udara yang bersih. Kemudian gender ekonomi perempuan.

"Semua itu dibuat data dengan 12 Februari 2019 menjadi titik nolnya. Baru diusulkan ke DPRD dibuat RPJMD. Kalau ada yang mempermasalahkan ya mulai 13 Februari 2019 itu. Dari data itu bisa ketemu program prioritas," katanya.

Namun, Soekarwo menegaskan, semua program kerja masih membutuhkan faktor terpenting yaitu leadership.

"Yang lebih penting tapi tidak usah ditulis begitu jelas, yaitu 50 persen lebih ditentukan leadership. Jadi leadership itu memegang peran penting atas kesejahteraan masyarakat. Leadership itu perlu dicatat tapi remeng-remeng saja, untuk diingat sendiri," katanya. (bid/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.