POLITIK

Pilkada Serentak, Polda Jatim Bentuk Satgas Money Politic

Laporan Dwi Yuli Handayani | Minggu, 14 Januari 2018 | 11:10 WIB
Ilustrasi
suarasurabaya.net - Polda Jawa Timur akan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di 39 Polres dan Polresta menjelang masa tenang dan masa pencoblosan Pilkada serentak 2018 di Jawa Timur, dengan membentuk Satgas Money Politic.

Kombes Pol Barung Mangera Kabid Humas Polda Jawa Timur mengatakan, politikk uang sudah menjadi isu hangat di masyarakat, sehingga muncul anggapan kalau ingin menjadi pejabat harus punya uang yang banyak.

"Presiden dan Kapolri tidak menginginkan politik uang, kami akan lihat situasi politik yang terus berkembang. Masa yang paling utama adalah menjelang masa tenang dan masa pencoblosan. Inilah yang menjadi fokus kita dalam melakukan 2 hal seperti yang disampaikan Bapak Kapolda Jatim yakni lidik dan OTT," kata Barung pada Radio Suara Surabaya.

Kata Barung, Satgas money politic ini dibentuk oleh Kapolri di 39 Polres dan Polresta dengan jumlah petugas 210 orang.

"Ratusan orang ini akan bergerak dari tahapan satu ke tahapan lainnya misalnya tahapan kampanye, masa tenang, pencoblosan maupun pasca. Semua akan bergerak sampai berakhir Pilkada serentak ini," ujar dia.

Agar upaya ini berhasil, kata dia, dibutuhkan informasi dari masyarakat dari masyarakat sehingga polisi bisa langsung melakukan penangkapan.

"Sayangnya sulit kita menjangkau kalau memang ada transaksi money politic karena pernah tidak ada satupun laporan yang masuk. Seperti, pak kemarin loh ada orang ini yang minta kepada kami agar kami maju ke pemilihan dengan kendaraan parpol X," katanya.

Barung berharap satgas money politic ini bisa berhasil sehingga bisa memberi rasa aman dan nyaman. Dan masyarakat juga harus punya prinsip kalau Pilkada harus menjanjikan pemimpin yang baik, berkualitas dan punya visi misi sama untuk membangun bangsa ini. (dwi/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.