POLITIK

Kompak Berbaju Hitam, DPR: Kami Butuh Kritik

Laporan Muchlis Fadjarudin | Rabu, 14 Februari 2018 | 16:23 WIB
suarasurabaya.net - Rapat paripurna penutupan masa persidangan III DPR Tahun Sidang 2017-2018 kali ini agak sedikit berbeda. Pimpinan DPR RI memakai seragam baju hitam-hitam sebagai tanda bahwa DPR RI butuh kritik.

"Kami berpakain hitam-hitam di sini bukan berarti tanpa makna. Sebab, setelah mengesahkan UU MD3 (MPR, DPR, DPD, dan DPRD), DPR dituding macam-macam; membunuh demokrasi, anti kritik. Jadi, kami butuh kritik," tegas Bambang Soesatyo Ketua DPR RI dalam pidato penutupan Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Bamsoet mengaku berkabung, karena sedih dengan kondisi DPR saat ini, karena seusai mengesahkan UU MD3, isi pasalnya dianggap kontroversi masyarakat.

Menurut dia, ketika DPR membuka diri dan transparansi pada masyarakat, tapi DPR justru dituding membunuh demokrasi dan antikritik.

Karena itu kata Bamsoet, judul pidatonya menggambarkan bahwa DPR itu butuh kritik. "Pidato saya, saya beri judul 'Kami Butuh Kritik'," ujar Bamsoet.

Menurut dia, era keterbukaan sekarang ini, tidak boleh menutup mata atas kritik yang disampaikan masyarakat. Apalagi yang sifatnya membangun.

"Justru kita harus menjadikan kritik sebagai vitamin yang dapat menyegarkan kehidupan demokrasi, karena sejatinya demokrasi adalah sebuah sistem politik untuk mengkonversi berbagai perbedaan cara pandang menjadi sebuah keputusan bersama," jelasnya.

Meski sisa masa jabatan DPR tinggal 18 bulan, DPR harus memberikan optimisme kepada rakyat. Apalagi di tahun politik, yaitu Pilkada 2018, Pileg dan Pilpres 2019, dimana anggota dewan semua akan turun ke daerah dan konstituen masing-masing.

Namun kata Bamsoet, DPR tidak boleh melupakan tugas dan kewajiban dewan untuk terus bekerja menjalankan fungsi-fungsi dewan, baik di bidang legislasi, anggaran maupun pengawasan.(faz/dwi/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.