POLITIK

MoU Dengan Polri Membuat Resah Pamdal Kompleks Parlemen

Laporan Muchlis Fadjarudin | Rabu, 14 Februari 2018 | 21:29 WIB
Aaktivis yang diamankan oleh Pamdal (Pengamanan Dalam) DPR RI usai melakukan aksi unjuk rasa di lobby Gedung Nusantara II. Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Parlemen baru saja menandatangani MoU atau kerja sama dengan Polri. DPR, MPR maupun DPD RI menyambut baik MoU ini karena pengamanan dirasa akan semakin baik.

Tetapi, dibalik itu ada rasa khawatir dan resah yang dialami oleh ratusan petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR, MPR, maupun DPD, karena tugas-tugas dan posisi yang mereka tempati akan tergeser oleh petugas dari kepolisian.

Sekadar diketahui ada sekitar 700 Pamdal yang saat ini bekerja di DPR, MPR dan DPD.

" Ya mas, kami terus terang resah dengan MoU tadi, karena kami nanti terus kemana kalau diambil alih polisi, karena kami ini bukan PNS," kata seorang Pamdal yang tidak mau disebut namanya ketika ditemui suarasurabaya.net, Rabu (14/2/2018).

Lama bekerja Pamdal yang bertugas di Parlemen inipun juga bervariasi, bahkan ada yang telah bertugas belasan tahun, dan belum diangkat jadi PNS.

"Saya sudah bekerja belasan tahun mas, bayangkan, sampai sekarang belum diangkat jadi PNS, eh malah kini ada MoU dengan Polisi. Khawatir mas, gimana nanti nasib keluarga kalau sampai saya tidak disini lagi," ujar Pamdal lainnya.

Pamdal-pamdal di Parlemen berharap, mereka bisa dimasukkan dalam struktur polisi parlemen, sehingga mereka tetap akan bisa bekerja seperti biasa. Kalaupun harus ada pendidikan lagi soal keamanan, mereka juga siap.

"Kita ingin dimasukkan menjadi polisi parlemen mas, jangan sampai kita dihentikan atau ditempatkan di tempat yang tidak ada hubungannya dengan kualifikasi kita," tegasnya.

Sebelumnya, Jendral Tito Karnavian Kapolri mengatakan kalau MoU dengan Parlemen akan membuka kenaikan pangkat baru yang akan ditugaskan di Kompleks Parlemen.

"Kita senang pak, karena MoU ini membuka peluang untuk kenaikan pangkat baru bagi anggota kami. Mungkin ada pangkat AKBP, Kombes, bahkan Brigjen yang akan bertugas (memimpin) di parlemen," kata Tito.(faz/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.