POLITIK

Dirjen Otda Kemendagri: Kematangan Demokrasi di Jatim Luar Biasa

Laporan Denza Perdana | Rabu, 14 Februari 2018 | 21:59 WIB
Soni Sumarsono Dirjen Otda Kemendagri saat menghadiri pelantikan Pjs di Gedung Negara Grahadi, Rabu (14/2/2018). Foto: Denza Perdana suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Soni Sumarsono Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) optimistis partisipasi masyarakat di Pilkada Serentak di Jawa Timur akan mencapai target dari KPU RI.

Dia mengatakan ini saat menghadiri pelantikan Penjabat Sementara (Pjs) bupati/wali kota di Gedung Negara Grahadi, Rabu (14/2/2018). "Saya yakin, kematangan demokrasi di Jawa Timur luar biasa," ujarnya.

Menurutnya, ada tiga hal yang mempengaruhi sukses tidaknya pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah di suatu daerah. Yakni bergantung pada kontestan, penyelenggara, dan masyarakat pemilih.

"Kontestan harus siap menang siap kalah, penyelenggara harus netral. Dan partisipasi masyarakat harus tinggi. Jawa Timur ini saya kira bisa didorong untuk mencapai target KPU, 77 persen partisipasi masyarakat," katanya.

Sebagai Dirjen Otda Kemendagri, Sumarsono bertugas untuk memastikan agar penyelenggaraan pemerintah daerah, selama beberapa kepala daerah maju sebagai calon petahana, tetap berjalan.

Karena itu, dia menekankan netralitas semua penyelenggara pemerintahan daerah di selama Pilkada Serentak 2018. Para Pjs, dia minta menindak tegas ketidaknetralan ASN di lingkungan kerjanya.

"Netralitas ini paling penting. ASN harus bisa berdiri di atas kepentingan Paslon dan bisa menjaga jangan sampai birokrasi ini terlibat dalam politik praktis. Pjs bisa memberikan sanksi," katanya.

Pjs, kata Sumarsono, bisa memberikan sanksi ringan sampai sangat berat. Ringan berupa teguran lisan maupun tertulis, sampai yang berat adalah pemberhentian.

Meski demikian, setiap keputusan atau sanksi yang dibuat oleh Pjs harus dikoordinasikan dengan Gubernur.(den)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.