POLITIK

Peluang Muhaimin dan Romy Cawapres Bergantung Belas Kasihan Jokowi

Laporan Jose Asmanu | Senin, 16 April 2018 | 13:45 WIB
Muhaimin Iskandar Ketua Umum PKB dan Romahurmuzi Ketua Umum PPP. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Peluang Muhaimin Iskandar Ketua Umum PKB dan Romahurmuzi Ketua Umum PPP untuk menjadi Capres, menurut beberapa pengamat politik tergantung pada belas kasihan Jokowi.

Berdasarkan hasil poling yang dilakukan beberapa lembaga survei menunjukkan, elektabilitas politisi muda PKB dan PPP ini presentasenya baru pada kisaran 1,7 persen. Masih kalah dengan Gatot Nurmantyo mantan Panglima TNI, Agus Harimurti politisi Partai Demokrat, dan TGB Zainul Mazi tokoh religius yang kini menjabat Gubernur NTB.

Vivi Zabkie Direktur Lembaga Survei KedaiKOPI, (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia) mengatakan, untuk posisi Wakil Presiden, Gatot Nurmantyo menjadi favorit. Saat ditanya, diantara nama-nama yang akan dipilih menjadi Wakil Presiden Indonesia mendatang, hasilnya publik memilih Gatot Nurmantyo (17,5 persen).

Lalu diikuti Agus Harimurti Yudhoyono (8,7 persen), Anies Baswedan (8,6 persen), TGB Zainul Madji (6,2 persen), Abraham Samad (4,1 persen), Tito Karnavian (3,9 perse), sedang Muhaimin Iskandar (1,7 persen).

Saat publik diajukan pertanyaan terbuka, bila pemilihan presiden dilakukan hari ini, siapa yang akan anda pilih sebagai Wakil Presiden, 4,6 persen responden menyebut nama Gatot Nurmantyo. Nama lain yang menempati top of mind publik sebagai calon wakil presiden adalah TGB Zainul Majdi (4,4 persen) dan Agus Harimurti Yudhoyono (4,3 persen) .

"Ini adalah tiga nama teratas yang dipikirkan masyarakat sebagai calon walaupun sebagian besar masyarakat belum memutuskan soal calon wakil presiden ini (53,5 persen)," kata Vivi Zabkie.

Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB mengatakan keputusan siapa yang bakal menjadi Cawapres, ada ditangan Pak Jokowi, bukan ditentukan oleh lembaga survei.

"Dukungan untuk mendampingi Jokowi pada Pilpres 2019 kepada dirinya terus mengalir selain sinyal positif dari Jokowi," kata Muhaimin di Jakarta, Senin (16/4/2018).

Sedangkan elektabilitas Jokowi masih tertinggi diantara pesaing lainnya. Hasil iti didapat berdasarkan gambaran Survei Nasional Opini Publik 2018, Lembaga Survei KedaiKOPI, yang dipublikasikan minggu kemarin (15/4/2018).

Hendri Satrio, founder Lembaga Survei Kedai Kopi, menyebutkan
Survei ini menampilkan elektabilitas sejumlah nama calon presiden dan wakil presiden. Joko Widodo saat disandingkan dengan sejumlah nama masih dominan (48,3 persen) diikuti Prabowo Subianto (21,5 persen). Nama-nama lainnya tak sampai 0,5 persen ada Hari Tanoe, Ketua Umum Perindo. (jos/tna/bid)
Editor: Zumrotul Abidin



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA