POLITIK

KPU Perkenalkan Kotak Suara Transparan Untuk Pilpres

Laporan Ika Suryani Syarief | Sabtu, 12 Mei 2018 | 18:18 WIB
Arief Budiman Ketua KPU menunjukkan kepada wartawan contoh alternatif bentuk kotak suara transparan terbuat dari kertas karton dan boks plastik yang akan digunakan dalam Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019, di Gedung KPU, Jakarta, Senin (7/8/2017). Foto: Antara
suarasurabaya.net - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI memperkenalkan kotak suara transparan kepada masyarakat yang nantinya digunakan dalam pemilihan presiden (pilpres) dan wakil presiden.

"Kami akan mengupayakan semaksimal mungkin bagi daerah yang menggelar pilkada, juga dapat menggunakan kotak suara transparan," kata Ilham Saputra Komisioner KPU RI, di Tangerang, Banten, Sabtu (12/5/2018).

Ia juga menyatakan dibuka peluang bagi daerah yang mampu melaksanakan pengadaan kota suara transparan ini untuk pelaksanaan pilkada.

"Kita upayakan, saat ini secara bertahap dan nantinya saat pilpres sudah terealisasi semuanya untuk kota suara transparan. Ini tentunya dengan daerah yang mampu melakukan pengadaan," ujarnya, seperti dilansir Antara.

Ilham Saputra mengatakan, kotak suara transparan memiliki ciri bagian depannya terlihat, sehingga pemilih yang memasukan surat suara ke dalamnya akan terlihat.

Ini pun bagian dari KPU RI untuk mewujudkan proses demokrasi yang berjalan lancar dan transparan.

"Ketika surat suara dimasukan maka akan terlihat karena bagian depannya transparan," paparnya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara satu pasangan calon dalam pemilihan serentak di Lapangan Gandasari Jl. Pajajaran RT02/04 Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten yang diikuti 16 perwakilan KPU daerah dengan satu pasangan calon.

Simulasi dilkaukan karena pada Pilkada 2018 cukup banyak yang hanya diikuti satu pasangan calon, yakni Deli Serdang, Padang Lawas Utara, Kota Prabumulih, Pasuruan, Lebak, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Tapin, Minahasa Tenggara, Bone, Enrekang, Kota Makasar, Mamasa, Mamberamo Tengah, Puncak dan Jayawijaya.(ant/iss)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.