POLITIK

Fadli Zon: Menhan Lebanon Apresiasi Indonesia Mendukung Perdamaian di Lebanon

Laporan Muchlis Fadjarudin | Kamis, 12 Juli 2018 | 13:03 WIB
Fadli Zon dan anggota DPR RI lainnya beserta perwakilan dari Lebanon. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Indonesia memiliki sejarah panjang dalam perdamaian dunia di berbagai negara sejak 1957 atau hanya satu dekade setelah Kemerdekaan melalui Kontingen Garuda.

Demikian pula di Lebanon, Indonesia sejak 2006 menjadi penjaga perdamaian di negara yang berbatasan langsung dengan Israel. Peran Indonesia ini diapresiasi para pejabat Lebanon. Bahkan pasukan Indonesia dianggap garda depan dalam menjaga perdamaian di kawan tersebut.

Ini disampaikan Yaacoub Saaraf Menteri Pertahanan Lebanon kepada Fadli Zon Wakil Ketua DPR RI di Kantor Kementerian Pertahanan Lebanon, melalui rilisnya, Kamis (12/7/2018).

Fadli Zon memimpin delegasi sejumlah anggota DPR RI diantaranya Elnino M.Husein Mohi (Komisi I), Ratieh Sanggarwaty (Komisi X), Tubagus Soenmandjaja Roekmandis (Komisi III), Andika Pandu Puragabaya (Komisi I), Deding Ishak (Komisi VIII) dan didampingi Achmad Chozin Chumaidy Duta Besar Republik Indonesia untuk Lebanon.

Dalam pertemuan tersebut, Menhan Yaacoub Saaraf menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan pasukan TNI sebagai komponen pasukan terbesar di UNIFIL dalam menjaga keamanan dan perdamaian di Lebanon. Menhan juga menyampaikan bahwa Indonesia adalah partner terbaik bagi Lebanon. Indonesia dan Lebanon memiliki kesamaan latar belakang sejarah dan budaya. Keduanya juga memiliki kesamaan sikap menentang agresi dan penjajahan Israel.

"Indonesia bisa berperan lebih besar menengahi konflik di Timur Tengah," kata Saaraf.

Menhan Lebanon menyampaikan ada dua masalah utama keamanan Lebanon saat ini, yaitu ancaman terorisme di perbatasan dan masalah pengungsi Suriah serta Palestina yang telah mencapai lebih dari 2 juta jiwa, atau lebih dari 1/3 penduduk Lebanon yang cuma berjumlah 4,5 juta jiwa. Ini menggerus sumber daya di Lebanon.

Meskipun badan urusan Pengungsi PBB, UNHCR telah banyak membantu, namun belum cukup dan karena itu Yaacoub Saaraf sangat mengharapkan dunia internasional dapat membantu Lebanon mengatasi masalah yang cukup pelik tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Fadli Zon menyatakan bahwa ikut serta menjaga perdamaian dunia telah menjadi amanat konstitusi UUD 1945. Karena itu, Indonesia menyatakan siap dan tetap berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan PBB di bawah bendera UNIFIL untuk terus menjaga perdamaian di Lebanon, khususnya di wilayah selatan.

Hingga kini, Indonesia berkontribusi mendukung Lebanon melalui penempatan 1297 personel TNI dalam misi United Nations Interim Force In Lebanon (UNIFIL). Selain itu, DPR RI juga turut aktif mengkampanyekan perdamaian pada forum-forum internasional.

"Secara khusus DPR selalu menentang kekejaman Israel pada penduduk Palestina termasuk mengecam pemindahan Kedutaan Amerika di Yerusalem yang menimbulkan gejolak baru," tegas Fadli.

Yaacoub Saaraf sangat mengharapkan agar kerjasama Indonesia dan Lebanon lebih diperluas tak saja dibawah bendera UNIFIL namun juga mencakup kerja sama bilateral bidang hankam antara kedua negara, misalnya kerja sama dalam rangka penanggulangan terorisme yang telah mengancam banyak negara tak terkecuali Indonesia maupun di Lebanon.

Selain kerjasama hankam, Menhan Lebanon juga berharap kedua negara dapat meningkatkan hubungan kerjasama bilateral di bidang ekonomi, pariwisata, pendidikan dan infrastruktur.

Fadli Zon menyambut baik upaya memperluas kerja sama RI dan Lebanon untuk menanggulangi terorisme.

"Indonesia perlu meningkatkan hubungan dengan Lebanon khususnya melalui Kementerian Pertahanan untuk mengkongkritkan beberapa bidang pertahanan antara kedua negara. Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar, punya beragam etnis dan agama, Indonesia cukup berhasil mengelola perbedaan melalui jalan demokrasi," jelas Fadli. (faz/bas/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.