POLITIK

Abhan Misbah: KPU Terima Dulu Berkas Caleg Mantan Koruptor

Laporan Denza Perdana | Selasa, 17 Juli 2018 | 16:48 WIB
Abhan Misbah Ketua Bawaslu RI ketika mengunjungi KPU Jatim, Selasa (17/7/2018). Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Mahkamah Agung (MA) hingga kini belum mengeluarkan putusan atas gugatan uji materi Peraturan KPU (PKPU) Nomor 20/2018 yang dilayangkan beberapa pihak.

Abhan Misbah Ketua Bawaslu RI mengatakan, berdasarkan rapat pimpinan terakhir, termasuk dengan KPU RI, hasilnya, KPU menerima dulu semua berkas persyaratan pencalonan.

"Dari hasil rapim terakhir KPU harus menerima dulu. Nanti kalau ada uji materi, putusannya apa? Kalau PKPU itu dinyatakan tidak bertentangan dengan Undang-Undang, caleg tidak boleh mantan terpidana korupsi," ujarnya di KPU Provinsi Jawa Timur, Selasa (17/7/2018).

Sebaliknya, bila ternyata putusan MA atas uji materi itu hasilnya PKPU itu bertentangan dengan Undang-Undang, berarti calon yang merupakan mantan terpidana korupsi lolos untuk masuk di Daftar Calon Tetap (DCT).

Meski demikian, Abhan menyarankan, Parpol lebih baik tidak mencalonkan calon legislatif yang pernah menjadi terpidana kasus korupsi atau terpidana kejahatan lainnya.

"Saran kami, jangan calonkan yang bermasalah hukumlah. Cari yang bagus-bagus, cari politisi yang bersih karena mereka akan mengemban amanah rakyat," katanya.

PKPU 20 yang memuat aturan bahwa calon legislatif tidak boleh berlatar belakang sebagai terpidana korupsi, terpidana pelecehan seksual terhadap anak, dan terpidana bandar narkoba itu sempat menuai kontroversi.

Kementerian Hukum dan HAM sebelumnya sempat enggan mengundangkan PKPU itu karena menganggap PKPU Pencalonan itu berlawanan dengan UU Pemilu.

Beberapa waktu lalu, ada beberapa pihak yang telah mendaftarkan gugatan uji materi PKPU 20 ke Mahkamah Agung. Sebagian besar mereka adalah politisi yang pernah menjadi terpidana korupsi. (den/bas/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.