POLITIK

Johan Budi Jadi Caleg PDIP

Laporan Muchlis Fadjarudin | Selasa, 17 Juli 2018 | 18:24 WIB
Johan Budi Sapto Prabowo Staf Khusus Joko Widodo Presiden yang juga mantan Juru Bicara KPK. Foto: Dok./Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Johan Budi Sapto Prabowo Staf Khusus Joko Widodo Presiden yang juga mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini masuk menjadi Calon Legislatif (Caleg) dari PDI Perjuangan.

Dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Johan membenarkan soal pencalegannya tersebut. Dia mengaku maju menjadi Caleg setelah melakukan evaluasi terhadap pekerjaannya, perenungan, maupun berdiskusi dengan keluarga.

"Memang benar, saya menjadi Calon Legislatif dari Partai PDIP. Keputusan ini saya ambil setelah melakukan evaluasi terhadap tugas dan pekerjaan saya saat ini dan perenungan dalam enam bulan terakhir, serta juga sudah berdiskusi dengan keluarga," ujar Johan.

Dalam perenungan itu, dia memutuskan untuk beralih dalam ladang pengabdian yang berbeda yaitu melalui jalur politik.

Johan mengaku menjadi Caleg karena mendapat tawaran dari PDI Perjuangan. Alasan lain menjadi caleg, karena di akan bisa berbuat banyak untuk negara dengan menjadi anggota DPR.

"Saat saat dalam perenungan tersebut, beberapa waktu yang lalu saya ditawari menjadi calon legislatif oleh PDI Perjuangan. Tawaran ini akhirnya saya terima dengan pertimbangan, saya akan lebih bisa berkiprah dan berbuat lebih banyak buat negara jika menjadi anggota DPR," tegasnya.

PDIP menjadi pilihan Johan karena menganggap partai tersebut adalah partai yang lebih banyak menyentuh dan bicara tentang rakyat kecil. Selain itu, konsep PDIP tentang negara kesatuan RI berdasarkan Pancasila serta paham nasionalis religius yang diusung PDIP sesuai dengan prinsip dirinya dalam bernegara.

Soal penempatannya menjadi caleg, Johan mengaku ditempatkan di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur VII.

"Saya ditempatkan di Dapil VII Jawa Timur," pungkas dia.(faz/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.