POLITIK

KPU: Belum Diatur Kalau Pasangan Capres-Cawapres Kalah dengan Gambar Kosong

Laporan Jose Asmanu | Kamis, 09 Agustus 2018 | 13:51 WIB
Arief Budiman Ketua KPU RI. Foto: Dok. suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Arief Budiman Ketua KPU RI mengatakan, sampai Kamis (9/8/2018) pukul 12.00 WIB, belum ada bakal calon presiden yang akan mendaftar ke KPU. Sedang waktu pendaftaran akan ditutup Jumat (10/8/2018) pukul 00.00 WIB.

"Bila sampai pada hari itu tidak ada calon presiden yang mendaftar, waktu pendaftaran akan diperpanjang selama tujuh hari. Kalau belum ada yang daftar juga, waktu pendaftaran akan diperpanjang tujuh hari lagi," kata Ketua KPU.

Misalkan sudah diperpanjang selama 14 hari kemudian ada yang mendaftar maka calon pasangan calon tunggal itu yang akan diterima sebagai peserta Pilpres untuk mengikuti tahapan berikutnya, seperti klarifikasi berkas dan tes kesehatan.

Menurut Arief, belum ada peraturan yang mengatur seandainya Pilpres hanya diikuti satu pasang calon dan kalah dengan gambar kosong. Kalau di Pilkada sudah ada aturannya. Yakni kalau perserta Pilkada kalah dengan gambar kosong, tetap kalah. Yang bersangkutan boleh maju lagi pada Pilkada berikutnya.

Tapi Ketua KPU optimis Pilpres 2019 pesertanya lebih dari satu pasang.

Berikut diantara syarat yang harus dipenuhi waktu mendaftar sebagai capres- Cawapres yang tertuang di Pasal 10 PKPU 22/2018 tentang dokumen persyaratan pendaftaran capres-cawapres.

a. Surat pernyataan bermaterai cukup yang menerangkan bahwa Bakal Pasangan Calon:
1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
2. Setia kepada Pancasila sebagai Dasar Negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus Tahun 1945;
3. Tidak pernah menerima kewarganegaraan lain atas kehendaknya sendiri;
4. Tidak pernah mengkhianati negara serta tidak pernah melakukan tindak pidana korupsi dan tindak pidana berat lainnya;
5. Tidak pernah melakukan perbuatan tercela;
6. Tidak sedang dicalonkan sebagai anggota DPR, Dewan Perwakilan Daerah, dan/atau DPRD;
7. Belum pernah menjabat sebagai Presiden atau Wakil Presiden selama 2 (dua) periode;
8. Dan diusung oleh partai politik atau gabungan partai politik yang menguasai sekurang-kurangnya 20 persen kursi di DPR RI. (jos/dwi/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.