POLITIK

Pakde Karwo: Saya Ketemu Surya Paloh Cuma Makan Siang

Laporan Denza Perdana | Rabu, 15 Agustus 2018 | 15:29 WIB
Soekarwo Gubernur Jawa Timur. Foto: dok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Soekarwo Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur yang juga merupakan anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat membantah akan hengkang ke partai lain karena mendukung Jokowi di Pilpres 2019.

Beberapa waktu terakhir, pria yang akrab disapa Pakde Karwo itu diisukan hengkang ke Partai Nasional Demokrat (Nasdem) karena partainya akhirnya berkoalisi dengan Gerindra mengusung Prabowo Subianto.

"Ya enggak ada, hengkang itu. Bagaimana mungkin saya hengkang? Saya sudah ngurus partai (Demokrat) ini 10 tahun, kok hengkang," ujarnya ditemui di DPRD Jatim Rabu (15/8/2018).

Beberapa waktu terakhir, Pakde Karwo juga dikabarkan melakukan pertemuan dengan Surya Paloh yang merupakan Ketua Umum Partai Nasdem di Jakarta.

Pakde Karwo tidak menampiknya. Namun dia menegaskan, dia tidak melakukan pertemuan untuk membahas kepindahannya ke Partai Nasdem.

"Itu bukan pertemuan. Beliau telepon, kepingin ngobrol makan siang, waktu itu saya jawab, nanti kalau ke Jakarta saya mampir. Itu (isu,red) karena tahunnya tahun politik begini. Saya udah sering ketemu, karena kan sudah kenal sejak dulu," katanya.

Soekarwo menjelaskan, dirinya dan Surya Paloh adalah rekan separtai politik di Golongan Karya. Keduanya tergabung dalam Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan dan Putra-putri TNI-Polri (FKPPI).

"Saya di Jatim, waktu itu beliau Ketua FKPPI Pusat. Tahun 1978-1979 itu, saya dan beliau bersama-sama mendirikan AMPI (Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia)," ujarnya.

Soekarwo kembali menegaskan, pertemuannya dengan Surya Paloh sekadar makan siang sebagai teman. Sama halnya ketika dia bertemu dengan Airlangga Hartarto atau ketemu dengan Muhaimin Iskandar.

"Ketemu Airlangga, ketemu cak imin, tapi kan ya enggak ada maksud khusus. Kami kenal sudah lama. Enggak ada mau pindah," katanya usai menghadiri rapat paripurna.

Dia menegaskan hal itu dengan menjelaskan, Senin (13/8/2018) lalu, dia bertemu dengan Susilo Bambang Yudhoyono Ketua Umum Demokrat untuk membicarakan beberapa hal berkaitan Pemilu 2019.

"Senin kemarin saya ketemu, karena ada perintah dari pusat. Kemarin membahas bagaimana meningkatkan suara partai Demokrat di Pemilu 2019," ujarnya.

Pertemuan dengan SBY itu lebih banyak membahas teknis menghadapi Pemilu 2019, terutama dalam hal Pemilihan Legislatif. Terutama bagaimana meningkatkan kemenangan di DPD, DPR, DPRD.

Setelah pertemuan itu, Pakdr Karwo berencana melakukan rapat dengan pengurus DPD Partai Demokrat Jatim untuk mengumpulkan aspirasi tentang strategi peningkatan suara ini.

"Termasuk bagaimana juga teknik komunikasi politik bisa ketemu tambahan suara untuk suport DPRD, DPD dan DPR RI supaya menang," ujarnya.

Sedangkan untuk strategi pemenangan Pilpres 2019 bersama koalisi yang diikuti oleh Partai Demokrat, Pakde Karwo mengatakan di internal partai belum ada keputusan.

"Saya ketemu Ketua Umum kemarin juga masih menunggu, masih dibicarakan," katanya.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu, Ipong Muchlissoni Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW Partai NasDem Jatim mengaku siap menyambut jika Pakde Karwo hengkang dari Partai Demokrat, bahkan disebutnya siap menyediakan karpet merah.

"NasDem telah membuka pintu dan menyiapkan karpet merah untuk Pakde Karwo. Tapi karena ini NasDem maka karpetnya warna biru tua," katanya. (den/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.