POLITIK

Sebanyak 4.000 Personel Diterjunkan Demi Pilkada Ulang Sampang

Laporan Agustina Suminar | Sabtu, 15 September 2018 | 06:59 WIB
AKBP Budhi Wardiman Kapolres Sampang. Foto: Antara
suarasurabaya.net - AKBP Budhi Wardiman Kapolres Sampang menyatakan, sedikitnya 4.000 personel kini telah dipersiapkan untuk mengamankan pelaksanaan pilkada ulang di wilayah itu.

"Ada 4.000 personel yang akan dikerahkan untuk mengamankan pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) di Sampang," ujar kapolres di Sampang, Madura, Jawa Timur, Jumat (14/9/2018) malam.

Menurutnya, sebanyak 4.000 personel itu terdiri dari pasukan Brimob dan pengendalian massa (Dalmas) Polda Jatim.

Petugas keamanan ini bertugas untuk menjaga 1.450 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 14 Kecamatan se-Kabupaten Sampang. Hal ini demi suksesnya pelaksanaan coblos ulang yang aman dan damai.

"Mereka ini juga ada yang stand by di wilayah kota, termasuk nantinya ke beberapa TPS. Sekarang saja personel keamanan dari Polda Jatim sudah berada di Mapolres Sampang," ucapnya dilansir Antara.

Selain itu, dirinya menuturkan prioritas keamanan diberikan terhadap TPS yang bergejolak menjadi sengketa dalam sidang MK. Polisi disiagakan empat personel tiap TPS, itu pun bisa lebih sesuai situasi dan kondisi.

"Kita akan memperketat pengamanan di pintu masuk Kabupaten Sampang selama proses coblos ulang sebagai antisipasi tindak kriminal dan gangguan kamtibmas," kata Budhi.

Sementara itu, proses coblos ulang Pilkada Sampang 2018 tetap diikuti oleh ketiga pasangan calon. Nomor urut 1, Slamet Junaidi-Abdullah Hidayat (Jihad) yang diusung partai politik PPP, PDIP, NasDem, PKS, dan Partai Golkar.

Selanjutnya, pasangan calon nomor urut 2, Hermanto Subaidi-Suparto (Mantap) diusung PKB, Gerindra, dan PBB. Kemudian, paslon nomor urut 3, Hisan-Abdullah Mansyur (Hisbullah) diusung PAN, Demokrat.(ant/tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.