POLITIK

Pakde Karwo: Insan Kamil Tidak Bisa Diteknologikan

Laporan Denza Perdana | Jumat, 12 Oktober 2018 | 15:15 WIB
Soekarwo Gubernur Jawa Timur saat mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Jumat (12/10/2018). Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Rendra Kresna Bupati Malang dua periode telah ditetapkan sebagai tersangka dua kasus korupsi suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (11/10/2018).

Soekarwo Gubernur Jawa Timur mengatakan, ini adalah anomali. Di tengah keberhasilan Jawa Timur menyelenggarakan pelayanan publik berbasis teknologi, korupsi masih terjadi.

"Saya kemarin diskusi dengan teman-teman. Ini anomali. Kesimpulannya, insan kamil (manusia sempurna) itu tidak bisa diteknologikan," ujarnya.

Dalam teori pembangunan, kata dia, ada orang yang memiliki peran mekanis dan organis. Dia mengaitkannya dengan globalisasi informasi yang membuat semua orang menjadi gagap.

Karena gagap, banyak orang menganggap untuk menjadi seperti yang diinginkan maka semuanya harus transaksional, tidak ada yang gratis.

"Jadi seperti itu. Di dalam kultur mekanik semua menjadi transaksional. Sedangkan di dalam kultur organis, fungsi yang berjalan," ujarnya.

Sudah ada 12 kepala daerah di Jawa Timur, termasuk Rendra, yang terlibat korupsi. Menurut Pakde Karwo ini sudah menjadi fenomena gunung es.

"Jadi ini sebenarnya bukan perkara kita saja, ini gunung es. Ada konflik budaya yang luar biasa terhadap informasi yang berkembang luar biasa seperti itu," ujarnya.

Dia berpendapat, selama politik dengan ongkos masih ada maka hal itu akan terjadi terus terjadi. Dia menyoroti terutama kecenderungan orang yang terkenal yang menjadi pemimpin.

"Ini pendapat saya, belum tentu benar. Selagi demokrasi menempatkan yang terkenal menjadi pemimpin, distorsinya, belum tentu (orang itu, red) kredibel," katanya.

Dia mencontohkan, ada seorang makelar STNK pada sekitaran tahun 1999 silam di salah satu kabupaten di dekat Jogja. Orang itu bisa menjadi bupati hanya karena terkenal meminjami uang dan terkesan baik hati.(den/tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.