POLITIK

Sandiaga Uno Dikerubuti Emak-emak di PGS Surabaya

Laporan Agustina Suminar | Senin, 22 Oktober 2018 | 06:55 WIB
Sandiaga Salahudin Uno Calon Wakil Presiden nomor urut 02 melanjutkan safari politik di Pasar Grosir Surabaya (PGS), Jawa Timur, Minggu (21/10/2018). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Sandiaga Salahudin Uno Calon Wakil Presiden nomor urut 02 melanjutkan perjalanan menyerap aspirasi masyarakat di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (21/10/2018).

Di Pasar Grosir Surabaya (PGS) Jalan Dupak Raya, mantan Wakil Gubernur DKI ini sudah ditunggu ratusan emak-emak untuk melihat lebih dekat dan memberikan masukan serta keluhan mengenai kondisi bangsa saat ini. Ia juga tidak lupa untuk berswafoto dengan para ibu-ibu yang hadir disana.

Perjalanan dari lantai 1 menuju lantai 4, pedagang dan pengunjung tidak memberikan kesempatan pada Sandi untuk bergerak leluasa. Butuh waktu untuk menembus massa yang begitu antusias. Di setiap lantai teriakan 'Sandi' terus menggema.

Begitu pula saat makan siang, ratusan massa tetap mengerubungi Sandi. Sambil menyantap nasi rames dan es kelapa, suami Nur Asia ini tetap melayani pertanyaan dan foto bersama masyarakat.

"Sungguh saya tidak menyangka sambutan luar biasa masyarakat Surabaya. Terima kasih atas sambutan yang hangat ini," terang Sandi berdasarkan rilis yang diterima suarasurabaya.net.

Di PGS, Sandi menyatakan akan memberikan pembaharuan untuk ekonomi Indonesia yang sedang terpuruk dan menurunkan angka kurs Dolar terhadap rupiah yang menyebabkan naiknya harga kebutuhan.

"Tadi ada penjual yang mengaku dagangannya sepi. Insyaa Allah jika Prabowo Sandi menjadi pelayan rakyat Indonesia, kami akan fokus pada penyediaan lapangan kerja dan stabilitas harga kebutuhan pokok dan terjangkau," tutup Sandi.(ant/tin/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.