POLITIK

Prabowo Kerap Merendahkan Golongan Tertentu, Timses Perlu Mengingatkan

Laporan Farid Kusuma | Selasa, 06 November 2018 | 19:07 WIB
Prabowo Subianto Calon Presiden Nomor Urut 02. Foto: Dok./Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Eva Kusuma Sundari Politisi PDI Perjuangan menyesalkan ucapan Prabowo Subianto Calon Presiden Nomor Urut 02 yang menyebut Tampang Boyolali sebagai representasi orang miskin yang tidak layak masuk hotel mewah di Jakarta.

Pada Pilpres 2014, Prabowo pernah menyebut Orang Indonesia Timur wataknya keras, senang berkelahi sehingga cocok jadi tentara atau polisi.

Ketua Umum Partai Gerindra juga pernah meledek gaji wartawan kecil dan jarang ke pusat perbelanjaan (mall). Prabowo menilai, semestinya pemerintah bisa menyejahterakan profesional di Indonesia termasuk wartawan.

Menurut Eva, gaya kampaye Prabowo seperti Donald Trump Presiden Amerika Serikat yang suka mengolok-olok golongan tertentu seperti muslim dan imigran, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur VI itu mengatakan, seharusnya Tim Sukses Prabowo-Sandi mengingatkan kalau gaya merendahkan suatu golongan dalam kampanye, berpotensi memecah-belah.

Eva juga membantah isu Tampang Boyolali sengaja dibesar-besarkan oleh kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin pasangan calon presiden nomor urut 01.

"Isu ini tidak cerdas. Kalau memang (mengolok-olok) karakternya Pak Prabowo, menurut saya tim suksesnya harus mengingatkan. Saya juga heran kenapa Pak Prabowo tidak meminta maaf? Apa memang ini kesengajaan untuk menimbulkan kontroversi seperti Trump mengolok-olok Muslim dan imigran?" ujarnya di Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Sebelumnya, potongan video pidato Prabowo Subianto mengenai 'Tampang Boyolali' di sela acara peresmian Posko Badan Pemenangan Prabowo-Sandi Kabupaten Boyolali, Selasa (30/10/2018), viral di media sosial.

Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung soal belum sejahteranya masyarakat. Lalu, Ketua Umum Partai Gerindra itu menggambarkan ketimpangan sosial dengan menyebut 'Tampang Boyolali' akan terasing kalau masuk hotel-hotel mewah di Jakarta.

Karena merasa tersinggung, Seno Samodro Bupati Boyolali sempat menyerukan Warga Boyolali tidak memilih pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, pada Pilpres 2019. (rid/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.