POLITIK

Megawati Ketum PDIP Menegaskan Partainya Tidak Butuh Kader Karbitan

Laporan Farid Kusuma | Kamis, 10 Januari 2019 | 13:34 WIB
Megawati Soekarnoputri Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Foto: Dok. suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Megawati Soekarnoputri Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengungkapkan, partainya selalu terbuka untuk siapa pun yang siap dan berani menjaga Pancasila.

Walau terbuka, Megawati tidak mau partai yang dipimpin diisi orang-orang yang punya kepentingan sesaat, atau diistilahkan kader karbitan.

Ciri-ciri kader karbitan, lanjut Ibu Mega, antara lain menjadi kader PDIP menjelang Pemilu, kemudian pindah ke partai lain kalau tidak mendapat rekomendasi menjadi calon eksekutif atau calon anggota legislatif.

"Saya tidak ingin partai ini diisi kader karbitan atau orang yang mendadak kader pada saat Pemilu. Mengaku kader, tapi kalau tidak direkomendasi atau terpilih, lalu loncat ke partai lain," ujarnya dalam pidato peringatan Hari Ulang Tahun PDIP ke-46, Kamis (10/1/2019), di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat.


Presiden Indonesia ke-5 itu menyadari, sekarang ada fenomena pragmatisme politik, di mana politisi pindah partai demi mendapatkan kekuasaan di eksekutif/legislatif, atau untuk mengamankan diri.

Fenomena itu juga pernah terjadi di PDIP. Tapi, Megawati selaku Ketum PDIP tidak pernah menyesali. Dia menganggap pindahnya kader PDIP ke partai lain adalah seleksi ideologi.

"Buat kami, partai bukan kendaraan untuk lompatan meraih kekuasaan," imbuhnya dan disambut tepukan tangan ribuan Kader PDIP.

Lebih lanjut, Megawati menyebut seleksi ideologi menjadi filter yang memilah kader PDIP asli dengan kader karbitan.

Putri Bung Karno Presiden RI Pertama itu menambahkan, siapa pun yang mementingkan diri sendiri atau kelompok, secara alamiah akan menyingkir atau tersingkir dari partai berlambang banteng moncong putih.

Sekadar diketahui, acara HUT ke-46 dan Rakornas PDIP dihadiri sekitar 13 ribu perwakilan kader dari seluruh wilayah Indonesia.

Turut hadir Joko Widodo Presiden, Bambang Soesatyo Ketua DPR RI, Zulkifli Hasan Ketua MPR RI, sejumlah Menteri Kabinet Kerja, dan pimpinan lembaga tinggi negara. (rid/dim/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.