POLITIK

Survei indEX: Lima Partai Aman Masuk Parlemen

Laporan Ika Suryani Syarief | Sabtu, 12 Januari 2019 | 14:05 WIB
Survei indEX tentang elektavilitas partai politik. Foto: Antara
suarasurabaya.net - Hasil survei yang dilakukan lembaga Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research menunjukkan lima partai memiliki tingkat ambang batas parlemen yang aman.

"PDI Perjuangan, Gerindra, Golkar, PKB, dan Demokrat berada pada posisi aman melewati ambang batas parlemen sebesar empat persen," ujar Vivin Sri Wahyuni Direktur Eksekutif indEX Research dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (12/1/2019).

Vivin mengatakan dari hasil survei indEX, kelima parpol itu meraih elektabilitas di atas ambang batas parlemen.

Dilansir Antara, PDIP menempati posisi puncak dengan raihan 25,7 persen, disusul Gerindra pada posisi kedua sebesar 14,7 persen.

"Gerindra berhasil menggeser Golkar ke posisi ketiga," kata Vivin.

Posisi ketiga Golkar memeroleh elektabilitas 9,8 persen, posisi keempat PKB 7,5 persen dan kelima Demokrat 4,6 persen.

Lebih jauh dia mengatakan enam parpol lain masih berpeluang untuk dapat menembus ambang batas, dengan memperhitungkan margin of error survei.

Keenam parpol tersebut adalah Nasdem (3,5 persen), PPP (3,3 persen), PKS (3,2 persen), PAN (2,6 persen), PSI (2,3 persen), dan Perindo (2,2 persen).

Sedangkan lima parpol terbawah yang dinilai berpotensi gagal mengirim wakil ke Senayan yakni Hanura (1,0 persen), PBB (0,9 persen), Berkarya (0,8 persen), PKPI (0,4 persen), dan Garuda (0,1 persen).

Ia juga mengatakan masih terdapat sebanyak 17,4 persen responden yang menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab. Angka tersebut turun dibandingkan survei sebelumnya pada periode November 2018 sebesar 20,6 persen.

Survei indEX Research dilakukan pada 17-28 Desember 2018, dengan jumlah responden 1.200 orang. Metode survei adalah multistage random sampling dengan margin of error plus minus 2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen. (ant/wil/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.