POLITIK

Resmi Kick-Off Cetak Surat Suara Serentak, Arief Budiman: Kali Ini Produksinya Tidak Hoax

Laporan Agung Hari Baskoro | Minggu, 20 Januari 2019 | 16:25 WIB
Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi memproduksi surat suara untuk kebutuhan Pemilu 2019, salah satunya di PT Temprina Media Grafika, Gresik, pada Minggu (20/1/2019). Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Tim gabungan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), DPR RI Komisi II, dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memeriksa langsung proses cetak surat suara dan formulir di PT Temprina Media Grafika, Gresik dan PT Puri Panca Pujibangun, Surabaya.

Arief Budiman Ketua KPU RI menegaskan, hari ini, Minggu (20/1/2019) ada 6 konsorsium di tiga daerah menggelar kick off secara serentak. Tiga daerah tersebut adalah DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

"Hari ini kami akan lanjutkan satu lagi tahapan (Pemilu, red) yakni produksi dan distribusi. Sekarang proses produksi surat suara, Kali ini produksinya tidak hoaks," kata Arief Budiman Ketua KPU RI ketika memberi keterangan di PT Temprina Media Grafika, Gresik, pada Minggu (20/1/2019).


Arief Budiman Ketua KPU RI meresmikan dimulainya proses pencetakan surat suara Pemilu 2019

Ia memastikan, proses pencetakan memang baru dimulai hari ini (20/1/2019). Ia kemudian kembali mengingatkan mengenai hoaks surat suara tercoblos sebanyak 7 kontainer di Tanjung Priok beberapa waktu lalu. Ia memastikan kembali, surat suara baru dicetak hari ini dan akan mendapat pengawasan ketat dari polisi selama 24 jam.

"Polisi harus terkibat sejak proses produksi dan distribusi. Kepolisian akan berada di pabrik, untuk menyesuaikan. Tidak boleh ada yang lebih," katanya.

Kedatangan KPU RI yang mengajak serta DPR RI Komisi II, Bawaslu, dan DKPP, bukan tanpa alasan. Menurutnya, Komisi II perlu hadir untuk memastikan desain surat suara yang disepakati antara KPU dan DPR merupakan desain yang sama dengan yang dicetak.

Sedangkan untuk Bawaslu, badan ini merupakan badan resmi yang berwenang mengawasi proses pemilu termasuk produksi dan distribusi surat suara. DKPP berwenang untuk memastikan KPU tidak melakukan perbuatan yang melanggar persoalan etik.

Semua unsur ini sekitar pukul 13.00 WIB, mengecek semua proses produksi surat suara mulai dari layout desain surat suara, pencetakan surat suara, pemotongan kertas, hingga mengecek kardus yang akan digunakan untuk mengemas surat suara tersebut.

Setelah mengecek kesiapan perusahaan pemenang tender percetakan surat suara tersebut, Arief Budiman mengatakan hingga saat ini semua proses percetakan masih berlangsung dengan baik. Ia berharap, semua pihak bisa betul-betul mendukung KPU agar proses produksi bisa selesai pada waktunya atau 60 hari sejak hari ini (20/1/2019).

Di lain sisi, Cristianto Indriawan Direktur PT Temprina Media Grafika mengaku siap mengerjakan surat suara dan formulir yang ditarget selesai pada 11 Maret 2019 mendatang. Ia mengaku optimis target dapat diselesaikan dan didistribusikan ke provinsi terkait dimulai dari provinsi terjauh terlebih dahulu.

"Total kami mencetak 225 juta lebih. Itu 27,1 persen dari kebutuhan seluruh surat suara," kata Cristianto yang perusahaannya memenangkan tender cetak surat suara untuk 10 provinsi tersebut.

Sebagai informasi, KPU hari ini menggelar kick off cetak surat suara serentak di 3 daerah masing-masing yaitu :

1. PT Aksara Grafika Pratama (DKI Jakarta)
68.176.374 lembar surat suara (7,25 persen).

2. PT Bala Pustaka (DKI Jakarta)
139.894.529 lembar surat suara (14,88 persen).

3. PT Temprina Media Grafika (Jawa Timur)
255.019.544 lembar surat suara (27,13 persen).

4. PT Gramedia (DKI Jakarta)
292.019.984 lembar surat suara (31,07 persen).

5. PT Adi Perkasa Makassar (Sulawesi Selatan)
77.054.270 lembar surat suara (8,20 persen).

6. PT Puri Panca Pujibangun (Jawa Timur)
107.714.950 lembar surat suara (11,46 persen).

Total cetak enam perusahaan : 939.879.651 lembar surat suara (100 persen). (bas/tin/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.