POLITIK

Menertibkan APK Caleg, Staf Kelurahan Krembangan Jadi Korban Kekerasan

Laporan Anggi Widya Permani | Jumat, 15 Februari 2019 | 20:12 WIB
Tangkapan layar dari video tindak kekerasan terhadap petugas berseragam Satpol PP Surabaya yang beredar di media sosial. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Sebuah video tindak kekerasan terhadap petugas berseragam Satpol PP Surabaya, beredar di media sosial. Video yang berdurasi sekitar 1 menit 51 detik ini, memperlihatkan seorang laki-laki memarahi dan bertindak kasar kepada petugas tersebut.

Kejadian ini diduga terkait penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) salah satu Caleg di Jalan Kebalen Wetan, Surabaya.

Saat dikonfirmasi suarasurabaya.net, Irvan Widyanto Kasatpol PP Kota Surabaya membenarkan kejadian itu. Dia mengatakan, kejadian bermula saat anggota staf kelurahan di Krembangan melakukan penertiban APK (Alat Peraga Kampanye) salah satu Caleg DPRD Surabaya, yang dianggap melakukan pelanggaran, pada Rabu (13/2/2019) lalu.

Kemudian, tiba-tiba saja seorang pria tidak terima atas tindakan petugas. Dia langsung mendatangi Rianda Harendino salah satu staf Kelurahan Krembangan, dan memarahinya hingga bertindak kasar kepadanya.

"Iya benar. Dia adalah staf Kelurahan Krembangan. Saat itu mereka sedang melaksanakan tugas. Ketika ada APK yang melanggar, jelas akan dilakukan penertiban," kata Irvan, Jumat (15/2/2019).

Menurut informasi yang beredar, oknum yang melakukan kekerasan tersebut adalah pendukung dari caleg yang APK-nya dicopot dan diduga sebagai Ketua RT setempat. Saat ditanya soal itu, Irvan enggan membenarkan.

Pihaknya hanya menegaskan, bahwa siapapun oknum tersebut kalau berbuat tidak pantas, harus diberikan sanksi. Dalam hal ini, kejadian dugaan kekerasan ini sudah dilaporkan ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

"Yang bersangkutan sudah melaporkan ke polisi, supaya diproses sesuai prosedur hukum. Karena kan dia (Rianda, red) petugas yang sedang bertugas," kata dia. (ang/wil/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.