POLITIK

Template Braille Tidak Ada, Pemilih Tunanetra Boleh Didampingi ke Bilik Suara

Laporan Anggi Widya Permani | Sabtu, 23 Februari 2019 | 20:34 WIB
Muhammad Kholid Asyadulloh anggota Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Surabaya saat kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Lintas Disabilitas, Sabtu (23/2/2019). Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menyediakan template huruf braille pada surat suara, untuk memudahkan penyandang disabilitas tunanetra. Meski demikian, template ini hanya disediakan untuk surat suara Pilpres dan DPD.

Sedangkan untuk surat suara DPR RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota tidak disediakan karena terbatasnya anggaran. Apalagi, ada banyak Dapil pada pemilihan caleg tingkat DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota.

Muhammad Kholid Asyadulloh anggota Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Surabaya mengatakan, untuk mengatasi itu, KPU mengizinkan pemilih tunanetra ditemani pendamping di bilik suara. Fungsi pendamping ini untuk membantu pemilih mencoblos caleg atau partai politik yang dipilihnya.

"Kami mohon maaf, karena belum tersedianya template untuk surat suara DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD kabupaten/kota. Salah satu jalannya ya, pemilih difabel boleh didampingi orang terpercayanya," kata Kholid, Sabtu (23/2/2019).

Lebih lanjut, pendamping atau orang terpercaya itu bisa dari keluarga ataupun petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS). Pendamping yang dipilih harus mengisi surat pernyataan. Bahwa dia tidak mengarahkan atau membuka rahasia pilihan pemilih.

Tidak hanya penyandang disabilitas, kata Kholid, para pemilih yang lanjut usia juga diperbolehkan ditemani pendamping saat masuk ke bilik suara.

"Ada surat pernyataannya di sana, termasuk kalau orang-orang tua yang memilih itu boleh didampingi juga," tambahnya.

Sekedar diketahui, berdasarkan daftar pemilih tetap (DPT), ada 3.650 pemilih penyandang disabilitas di Kota Surabaya, yang akan mengikuti Pemilu 2019 pada 17 April mendatang. Jumlah tersebut terdiri dari 1.149 pemilih difabel daksa, 201 pemilih difabel netra, dan 362 pemilih difabel bisu tuli.

Kholid mengaku, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi sekaligus simulasi untuk mempermudah penyandang disabilitas. Serta menciptakan pelayanan yang ramah difabel.

"Tentu kami akan sosialisasi. Kemudian simulasi. Bagaimana menata TPS yang ramah difabel. Lalu jeda mejanya antar berapa meter, dan lain-lain," kata dia. (ang/iss)
Editor: Ika Suryani Syarief



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.