POLITIK

Sikapi Hasil Pemilu, Said Aqil Minta Warga NU Tidak Melakukan Gerakan Inkonstitusional

Laporan Zumrotul Abidin | Jumat, 19 April 2019 | 14:07 WIB
Said Aqil Siradj Ketua Umum PBNU usai pertemuan di rumah Alim Markus di Jl. Embong Tanjung, Surabaya, Jumat (19/4/2019). Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Said Aqil Siradj Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengimbau masyarakat Indonesia, terutama warga Nahdlatul Ulama untuk tidak melakukan gerakan bertentangan dengan konstitusi dalam menyikapi hasil Pemilu 2019.

"Saudara-saudara sebangsa, se-Tanah Air, wabil khusus warga Nahdatul Ulama tidak boleh melakukan gerakan-gerakan yang inkonstitusional, menggangu stabilitas keamanan, dan ketenangan. Apalagi kita sebagau bangsa yang bermartabat, berbudaya, bangsa berakhlakul karimah," kata Said Aqil ditemui usai pertemuan di rumah Alim Markus di Jl Embong Tanjung, Surabaya, Jumat (19/4/2019).

Said Aqil mengimbau semua pihak bisa menerima dengan besar hati, apapun hasil yang diperoleh berdasarkan pesta demokrasi yang berlangsung. Said Aqil juga berharap, semua pihak bisa lebih dewasa menyikapi hasil Pemilu 2019 ini.

"Kami mohon semuanya agar terima dengan besar hati, menerima dengan dewasa, apapun hasilnya nanti dari pemilihan yang baru saja kita laksanakan," kata Said Aqil.


Dia mengingatkan, proses demokrasi di Indonesia juga turut mendapat pantauan dari dunia internasional. Indonesia, kata dia, selama ini dipandang sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Situasi itu membuktikan, Islam dan demokrasi ternyata tidak bertentangan.

"Dunia internasional memandang kita sebgai bangsa yang mayoritas beragama Islam dan berdemokrasi. Islam dan demokrasi ternyata tidak bertentangan. Namun saling memperkuat. Islam bisa diperkuat dengan demokrasi. Demokrasi bisa berjalan drnga nilai-nilai Islam yang universal," kata dia. (bid/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA