POLITIK

10 KPPS dan PPS di Jatim Gugur dalam Tugas

Laporan Zumrotul Abidin | Sabtu, 20 April 2019 | 13:01 WIB
Para petugas KPPS di TPS 005 Kelurahan Babat Jerawat, Pakal, Surabaya berdandan ala superhero The Avengers untuk menarik minat masyarakat memberikan hak suaranya di Pemilu 2019, Rabu (17/4/2019). Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Choirul Anam Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim menerima laporan beberapa perangkat pemungutan suara mulai Kelompok Penyelenggaran Pemungutan Suara (KPPS), Panitia Pemungutan Suara (PPS), sampai Linmas mengalami kelelahan, sakit, hingga meninggal dunia saat bertugas mengawal Pemilu 17 April 2019.

Anam menerima laporan dari beberapa daerah, ada 4 petugas KPPS, 2 PPS, 3 Linmas, dan 1 tenaga pendukung KPU yang meninggal dunia saat bertugas.

Di Kota Malang ada satu orang bernama Agus anggota KPPS 04 Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, meninggal dunia setelah mengantarkan logistik Kelurahan. Lalu, di Blitar Joko Priyo Seputro Ketua PPS Kendalrejo, Srengat, Blitar.

Di Sumenep, ada dua orang meninggal dunia yakni Asnawi Anggota PPS Desa Longos Kecamatan Gapura dan Syaiful Ketua KPPS untuk TPS 03, Desa Tamidung, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep.


Selanjutnya di Kabupaten Probolinggo, Ajis KPPS yang bertugas di TPS 01 Menyono Kuripan Probolinggo. Meninggal dunia setelah sempat kritis di Ruang ICU RS Dharma Husada Kota Probolinggo.

Di Kota Surabaya, Badrul Munir anggota KPPS 19 Kelurahan Kedung Baruk, Rungkut meninggal dunia di rumah sakit, setelah sempat pingsan saat pelaksanaan penghitungan suara.

Anam mengatakan, selain petugas KPPS juga ada petugas pendukung TPS yang juga meningal dunia. Di antaranya Iqbal tenaga pendukung KPU Jombang, meninggal dunia karena kecelakaan setelah pulang dari gudang logistik pukul 03.00 WIB dini hari. Lalu, Ismani petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas) di TPS 3 Kelurahan Surodinawan, meninggal dunia usai mengantarkan Kotak Suara dari TPS ke kelurahan.

Peristiwa serupa juga terjadi di Lumajang, satu orang petugas Ketertiban TPS 24 Desa Pulo Kecamatan Tempeh meninggal dunia saat bertugas 17 April 2019.

Di Kota Mojokerto juga ada satu orang Anggota Linmas TPS 03 Kel Surodinawan meninggal pada saat pengiriman kotak suara hasil pemungutan dan penghitungan dari TPS menuju PPS Surodinawan.

"Kami juga masih menerima beberapa anggota KPPS yang kelelahan dan sakit. Kami masih terus mendata, nanti kami menggalang santunan swadaya di internal kami," kata Anam.

Dengan kejadian ini, Anam berharap proses Pemilu Serentak berikutnya tidak digelar dalam satu hari, namun bisa dibuat dengan beberapa tahap. Misalnya Pemilu Legislatif dulu lalu disusul Pilpres dilaksanakan dalam satu tahun yang sama.

"Pemilu kali ini cukup menguras energi teman-teman di lapangan. Rata-Rata petugas KPPS selesai subuh, ada juga sampai jam 7 pagi. Itu belum termasuk mengantar kelurahan ke PPS," katanya.

Anam memastikan honor untuk para petugas lapangan ini telah diberikan. Honor senilai Rp500 ribu potong pajak ini, telah mereka terima sebelum pemungutan suara. (bid/tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.