POLITIK

KPU Disarankan Gandeng Praktisi TI Underground

Laporan Anggi Widya Permani | Sabtu, 20 April 2019 | 20:40 WIB
Arief Budiman Ketua KPU RI (kanan). Foto: Antara
suarasurabaya.net - Solichul Huda Pakar Teknologi Informasi (TI) Universitas Dian Nuswantoro Semarang menyarankan, Komisi Pemilihan Umum menggandeng praktisi TI underground untuk membantu mendukung pengamanan server yang digunakan dalam penghitungan suara pemilu.

"KPU harus percaya terhadap kemampuan sumber daya manusia dari dalam negeri untuk membantu mengamankan hasil perhitungan pemilu," kata dia, dilansir Antara, Sabtu (20/4/2019).

Dari analisa yang dilakukan usai pelaksanaan pemungutan suara 17 April 2019, dia mengungkapkan adanya belasan hacker yang berusaha meretas laman KPU.

Para hacker tersebut, kata dia, terdeteksi berasal dari luar negeri jika dilihat dari alamat IP yang digunakan.


"Bisa ditelusuri lebih lanjut dari mana sebenarnya asal para peretas ini, namun membutuhkan waktu," katanya.

Alamat IP yang digunakan para hacker tersebut antara lain berasal dari India, Tiongkok, dan Singapura. Menurutnya, dengan melibatkan para praktisi TI underground ini tentunya akan memudahkan KPU dalam menyajikan hasil penghitungan suara.

Ia menjelaskan, SDM dari dalam negeri ini mampu dipercaya dan bertanggung jawab jika diberi amanah untuk membantu.

"Praktisi underground ini kan memahami cara-cara bekerja pada hacker yang berusaha meretas server KPU," katanya.

Hingga saat ini, kata dia, server KPU masih mampu mengatasi berbagai upaya peretasan yang dilakukan. Menurut dia, kunci kesuksesan itu ada pada administrator yang ada di balik layar TI KPU. (ant/ang/iss)
Editor: Ika Suryani Syarief



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.