POLITIK

Perolehan Suara Partai Hanura Anjlok, Wiranto Menduga Akibat Penerapan Strategi Kurang Tepat

Laporan Farid Kusuma | Selasa, 23 April 2019 | 16:47 WIB
Wiranto Menko Polhukam saat di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (28/1/2019). Foto: Antara
suarasurabaya.net - Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) terancam tidak punya wakil yang duduk di kursi DPR RI periode 2019-2024.

Karena, perolehan suara pada Pemilu 2019 diperkirakan tidak mencapai ambang batas parlemen (parliamentary threshold) empat persen perolehan suara nasional.

Berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei yang terverifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU), partai politik yang dipimpin Oesman Sapta Odang cuma mendapat dukungan kurang dari dua persen, sekitar 1,3-1,8 persen.

Atas hasil mengecewakan itu, Wiranto Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura mengatakan tidak terlalu mempermasalahkan.


Karena menurutnya, partai politik adalah perjuangan kolektif seluruh kader termasuk para pimpinan serta anggotanya.

Kalau pada dua kali pemilu sebelumnya Hanura bisa lolos ambang batas parlemen (DPR RI), sedangkan Pemilu 2019 gagal, Wiranto menduga ada perjuangan yang salah atau strategi yang kurang tepat.

Mantan Panglima ABRI itu menyebut, kegagalan mencapai target harus direspon dengan bijak, lalu seluruh kader Partai Hanura introspeksi diri.

"Kalau dulu lolos lalu sekarang tidak lolos, berarti perjuangannya ada yang salah. Ada yang kurang (tepat), jadi tinggal diintrospeksi," ujarnya di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (23/4/2019).

Lebih lanjut, Wiranto belum mau komentar apakah akan kembali turun tangan mengurus Partai Hanura, atau tetap fokus di pemerintahan.

Dia mengatakan masih menunggu evaluasi DPP Partai Hanura untuk menemukan apa permasalahan yang menghambat Hanura lolos parliamentary threshold.

Sekadar diketahui, pada Pemilu 2009, Partai Hanura di bawah kepemimpinan Wiranto berhasil mengirim 18 orang kadernya ke DPR RI, berkat dukungan 3,9 juta masyarakat (3,7 persen suara nasional).

Lalu, Pemilu 2014, Hanura mendapat dukungan 6,5 juta suara (5,26 persen suara nasional), dan menempatkan 16 orang wakilnya di Senayan untuk periode 2014-2019. (rid/tin)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.