POLITIK

Prabowo Ajak Masyarakat Shalat Ghaib Doakan Ratusan Petugas Pemilu yang Meninggal

Laporan Muchlis Fadjarudin | Kamis, 16 Mei 2019 | 11:54 WIB
Capture saat Prabowo dalam pernyataannya di video yang dirilis oleh Tim BPN, Kamis (16/5/2019). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Prabowo Subianto Capres nomor urut 02 menyatakan keprihatinannya atas demokrasi di Indonesia sekarang. Dia menilai kedaulatan rakyat yang merupakan sendi-sendi penting dalam demokrasi sedang dalam cobaan yang sangat berat.

"Bangsa kita yang kita cintai berada dalam keadaan yang harus kita akui cukup memprihatinkan. Kita melihat dan merasakan demokrasi kita dimana kedaulatan rakyat adalah sendi yang sangat penting sedang dalam keadaan cobaan yang sangat berat, ujian yang sangat berat, bahkan ada usaha memperkosa kedaulatan tersebut untuk merusak kedaulatan itu," ujar Prabowo dalam pernyataannya di video yang dirilis oleh Tim BPN, Kamis (16/5/2019).

Prabowo menegaskan, ada sesuatu hal juga yang ikut mencemaskan dan memprihatinkan dalam sejarah Republik Indonesia. Baru sekarang terjadi dalam sebuah pemilihan umum ada lebih dari 570 petugas meninggal yang penuh tanda tanya.

"Para dokter, para ahli kesehatan, para pakar mengatakan bahwa sangat kecil kemungkinan orang itu bisa meninggal karena kelelahan. Bahkan ada yang meninggal pada usia 19, 21, dan 30 tahun. Tidak mungkin usia itu mati karena kelelahan," tegasnya.


Prabowo berharap bahwa pemerintah segera melakukan investigasi dan melakukan autopsi sehingga akan jelas penyebab kematian tersebut.

Prabowo merasa ironis, beberapa ekor sapi di kabupaten Lamongan Jawa Timur yang mati saja di autopsi, tetapi lebih 570 anak bangsa meninggal tidak ada ada upaya untuk mencari tahu penyebabnya.

"Saudara-Sudara ada beberapa ekor sapi di Kabupaten Lamongan mati mendadak. Kementerian kesehatan atau dinas kesehatan melakukan autopsi terhadap sapi-sapi tersebut, kalau tidak salah enam ekor sapi dilakukan autopsi. 570 anak bangsa yang meninggalnya sangat mengherankan, tidak ada upaya untuk mencari tahu kenapa mereka meninggal," jelasnya.

Prabowo mengajak umat Islam pada hari Jumat(17/5/2019) bertepatan dengan shalat Jumat untuk melakukan Shalat ghaib untuk mendoakan arwah-arwah petugas Pemilu tersebut.

Sedangkan untuk agama lain, Prabowo menganjurkan untuk berdoa sesuai keyakinannya.

"Saya menganjurkan kepada saudara-saudaraku yang beragama Islam, marilah kita pada kesempatan sholat Jumat yang akan datang melakukan sholat ghaib untuk arwah-arwah mereka yang meninggal. Kemudian bagi saudara-saudara yang beragama lain, mendoakan mereka dengan cara agamamu masih-masing, semoga arwah mereka diterima disisi yang maha kuasa dan ditempatkan di tempat yang sebaik-baiknya," kata Prabowo.

Menurut dia, bagi umat Islam karena mereka melaksanakan tugas demi negara dan bangsa, pasti mereka mati Syahid dalam melaksanakan pengabdian pada negara, bangsa dan umat.

Dia menjelaskan, masih ada ribuan orang yang masih sakit di rumah sakit yang juga dalam keadaan mencurigakan. Prabowo minta semua berdoa bagi kesembuhan petugas-petugas tersebut.

"Marilah kita berdoa agar mereka cepat pulih dan sembuh, sehingga mereka bisa kembali ke keluarganya, menyelesaikan sisa Ramadhan ini dan nanti merayakan hari raya Idul Fitri bersama keluarganya. Dan juga keluarga yang ditinggal dapat tabah dan tegar," kata dia.

"Marilah kita menyatakan bahwa kita harus memandang mereka sebagai saudara-saudara kita sekalian yang tidak akan kita lupakan, tidak akan kita tinggalkan dalam kesedihan dan penderitaan sendiri," imbuhnya.

Prabowo bertekad akan berbuat yang terbaik untuk bangsa, negara dan umat.

"Marilah kita percaya bahwa kita berada di jalan yang benar, menegakkan kebenaran dan keadilan. Saya juga mengingatkan semua pihak marilah kita kembali ke jalan yang benar demi kepentingan rakyat, kedamaian keutuhan bangsa dan negara rakyat yang kita cintai cintai," pungkas Prabowo.(faz/dwi/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.