POLITIK

Diamnya Risma Dinilai Selaras dengan Keputusan DPP PDIP

Laporan Zumrotul Abidin | Kamis, 11 Juli 2019 | 14:37 WIB
Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya usai mengikuti rapat paripurna di DPRD Surabaya Jalan Yos Sudarso, Kamis (11/7/2019). Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya mengaku tidak tahu menahu tentang pergantian Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Surabaya dalam Konfercab di Empire Palace, Minggu 7 Juli kemarin.

"Aku ora ngerti, aku loroe. Aku ora ngerti blas. (Saya tidak tahu sama sekali, saya sedang sakit kemarin, red)," ujar Risma ditanya wartawan usai Paripurna di DPRD Surabaya Jalan Yos Sudarso, Kamis (11/7/2019).

Ketika ditanya terkait saran untuk formasi kepengurusan baru DPC PDI Perjuangan Surabaya periode 2019-2024, Risma juga enggan memberikan komentar karena merasa tidak tahu prosesnya.

"Saran opo, wong aku ra eruh (Saran apa, saya saja tidak tahu)," katanya.


Sementara itu, Surokim Abdus Salam Pengamat Politik dari lembaga Surabaya Survey Center (SSC) menilai, Tri Rismaharini memang tak mau masuk ke dalam pusaran polemik PDI Perjuangan Surabaya secara langsung. Bisa jadi, menurut Surokim, karena demi menjaga hubungan baik dengan Whisnu Sakti Buana yang tak lain adalah Wakil Wali Kota yang mendampinginya.

Namun, menurut analisa Surokim, kalau dilihat dari relasi Risma dengan Megawati Soekrnoputri Ketua Umum PDI Perjuangan, ia tidak akan berbeda sikap dengan keputusan DPP PDI Perjuangan yang menunjuk Adi Sutarwijono sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya menggantkkan Whisnu Sakti Buana.

"Saya melihat Bu Risma mempunyai kedekatan khusus dengan Bu Mega, jadi tidak mungkin beda frekuensi. Karena keputusan di PDIP itu kan sangat kuat dari DPP. Menurut saya, Bu Risma akan menyesuaikan frekuensi DPP PDIP," ujarnya dihubungi suarasurabaya.net.

Menurut Surokim, sikap Risma yang tak mau ikut dalam polemik kepengurusan di DPC PDI Perjuangan Surabaya bisa dibaca sebagai keselarasan dengan kebijakan DPP. Surokim juga menilai sikap Risma yang tak mau terbuka menyatakan pendapat dalam polemik ini sebagai langkah tepat demi menjaga kondusivitas.

"Saya yakin suara Bu Risma condong ke DPP. Tapi memang lebih baik diam dan tidak masuk ke polemik ini," ujar Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Trunojoyo Madura ini.

Sekadar diketahui, pada Konfercab PDI Perjuangan Surabaya Minggu (7/7/2019) lalu, DPP PDI Perjuangan menugaskan Adi Sutarwijono sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya. Surat yang ditandatangani Megawati Soekarnoputri Ketua Umum dan Hasto Kristiyanto Sekretaris Jenderal tersebut, masih menimbulkan pro dan kontra di kalangan pengurua Pimpinan Anak Cabang (PAC) se Surabaya, ada yang seirama ada pula yang sumbang menanggapinya. (bid/tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.