POLITIK

PKS: Pertemuan Jokowi-Prabowo Tak Berpengaruh pada Koalisi

Laporan Muchlis Fadjarudin | Selasa, 16 Juli 2019 | 14:44 WIB
Joko Widodo Presiden menyambut hangat kehadiran Prabowo Subianto, di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (13/7/2019). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Aboebakar Alhabsyi Ketua DPP PKS mengatakan, pertemuan Prabowo-Jokowi sebenarnya tidak memiliki dampak apapun untuk koalisi. Pertemuan tersebut sebenarnya menunjukkan sikap ksatria dari Prabowo.

"Beliau (Prabowo, red) selalu mengedepankan kepentingan bangsa dan negara. Beliau tidak ingin persatuan dan kesatuan bangsa ini retak," ujar Aboe di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selaasa (16/7/2019).

Menurut Aboe, yang disampaikan Prabowo singkat, yakni "Selamat Bekerja", bukan "Selamat atas Kemenangan dalam Pemilu". Aboe menyebut, tentunya ini juga sebuah sinyal yang Prabowo berikan atas proses pemilu di tahun 2019.

Kata dia, apapun sikap politik yang diambil oleh Prabowo Subianto, sebaiknya dihormati. Karena Sebenarnya koalisi pendukung Prabowo - Sandiaga yang dikenal dengan sebutan Koalisi Indonesia Adil dan Makmur secara resmi sudah dibubarkan.


Aboe menjelaskan, bubarnya koalisi ini dibicarakan dalam pertemuan yang guyub di rumah Prabowo, Jalan Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat 28 Juni 2019 yang lalu.

"Tentunya paska pembubaran tersebut, semua partai memiliki kebebasan untuk menentukan sikap dalam pemerintahan kedepan," jelasnya.

Akan tetapi, kata Aboe, yang perlu diperhatikan sebenarnya ada beban moral untuk mengawal aspirasi dari 68 juta suara yang diperoleh Prabowo -Sandi.

Aboe menjelaskan, PKS akan tetap mendampingi Prabowo dan Sandi dalam membangun bangsa dan negara. PKS memiliki komitmen untuk menjaga dinamika demokrasi agar tidak mati. Oleh karenanya, pilihan sebagai oposisi adalah satu pilihan logis untuk menjaga fungsi check and balance dalam menjalankan pemerintahan. (faz/bas/iss)
Editor: Ika Suryani Syarief



Komentar Anda
Komentar 1
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.