POLITIK

Sekjen PDI Perjuangan Ungkap Rencana Pertemuan Megawati dan Prabowo

Laporan Farid Kusuma | Selasa, 23 Juli 2019 | 20:24 WIB
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berfoto bersama Megawati ketua PDI Perjuangan. Foto: Instagram @pramonoanungw
suarasurabaya.net - Proses rekonsiliasi antara para tokoh politik nasional pascapelaksanaan Pemilu 2019 terus berjalan.

Rekonsiliasi diawali dengan pertemuan Prabowo Subianto dengan Joko Widodo yang bersaing di arena Pilpres 2019, Sabtu (13/7/2019), di Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Senayan, Jakarta Pusat.

Upaya rekonsiliasi berlanjut dengan rencana pertemuan antara Prabowo Subianto Ketua Umum Partai Gerindra dengan Megawati Soekarnoputri Ketua Umum PDI Perjuangan.

Hal itu diungkapkan Hasto Kristiyanto Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan.


Menurutnya, pertemuan Prabowo-Megawati yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, merupakan tradisi silaturahim para pemimpin yang sangat baik.

Sayangnya, dia masih merahasiakan waktu dan lokasi pertemuan itu.

"Ibu Megawati Soekarnoputri memang direncanakan bertemu dengan Pak Prabowo. Rekonsiliasi pascapemilu sangat penting. Tentang kapan dan di mana pertemuan itu, nanti akan kami informasikan lagi," ujarnya di Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Lebih lanjut, Sekjen PDI Perjuangan menyebut, hubungan antara Prabowo dengan Megawati selama ini baik-baik saja. Kedua tokoh nasional itu sama-sama saling menghormati.

Walau berbeda pilihan politik, tapi tetap ada komitmen untuk berdialog dan meletakkan kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya.

"Ibu Mega percaya pada kenegarawanan Pak Prabowo. Sama halnya dengan Pak Jokowi. Dialog antarpemimpin merupakan hal yang memang seharusnya dilakukan," imbuhnya.

Kata Hasto semangat pertemuan itu adalah gotong royong. Selain itu, pertemuan Prabowo-Mega juga merupakan simbol persahabatan antarpemimpin.

Hasto berharap, kalau pertemuan itu jadi terlaksana, publik jangan berspekulasi tentang pembentukan koalisi baru.

Karena, urusan koalisi pascapelaksanaan Pilpres, harus dibahas bersama antara calon presiden terpilih dengan seluruh ketua umum parpol koalisi pengusungnya. (rid/iss)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.