POLITIK

Haji Udin Is Back, Politisi PKB Daftar Pilwali di PDIP

Laporan Zumrotul Abidin | Minggu, 15 September 2019 | 11:03 WIB
Haji Udin saat mengembalikan formulir pendaftaran penjaringan Pilwali di DPD PDIP Jatim. Foto: Istimewa.
suarasurabaya.net - Penjaringan Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang dilakukan PDIP ada kejutan. Beberapa jam jelang penjaringan ditutup Sabtu (15/9/2019) pukul 24.00 WIB, Ahcmad Wahyuddin manta Ketua DPC PKB mendaftarkan diri ke DPD PDIP Jatim.

Pria yang akrab disapa Haji Udin ini mendaftar untuk posisi bakal calon Wakil Wali Kota.

"Saya sudah berkomunikasi dengan pengurus PKB dan tidak ada persoalan untuk mendaftar melalui PDIP," ungkapnya seusai menyerahkan berkas pendaftaran.

Menurut dia, justru ada kemungkinan PDIP dan PKB akan berkoalisi dalam Pilwali Surabaya tahun 2020 mendatang. Hal itu disampaikannya secara tersirat.


"Saya sudah komunikasi dengan PKB. Insyaallah nanti akan bersama-sama dengan PKB," ujarnya.

Nama Wahyuddin selama ini memang lekat dengan PKB. Selain pernah menjabat ketua DPC PKB Surabaya, ia pernah menjadi anggota DPRD Surabaya dan DPRD Jatim yang berangkat dari PKB. Bahkan ia adalah mantan Calon Wakil Wali Kota (Cawawali) tahun 2005 yang bergandengan dengan Alisjahbana, juga melalui PKB.

Tetapi namanya tenggelam setelah ia tidak lagi jadi Ketua DPC PKB dan sudah tidak menjadi anggota DPRD Surabaya. Ia sekarang lebih menekuni sebagai pengusaha dan dosen.

Meski demikian, ia menegaskan tidak gentar untuk bersaing dalam Pilwali 2020.

"Saya menyebutnya Haji Udin is back," cetusnya.

Mengenai program kerja jika mendapat rekom dari PDIP, ia mengatakan bakal mempertahankan program yang baik yang sudah dilakukan Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya yang sekarang.

Dikatakan, faktor Risma sangat penting dan tidak bisa diabaikan. Bahkan ia menyebut sepuluh tahun kepemimpinan Risma di Kota Pahlawan banyak keberhasilan yang sudah dicapai.

"Sepuluh tahun Bu Risma di Surabaya, semua mengakui keberhasilannya," paparnya.

Namun ia menjelaskan teringat dengan pesan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Mantan Ketua PBNU itu pernah sering mengatakan agar mempertahankan apa yang sudah baik.

"Gus Dur dulu sering kali membawakan pesan pertahankan yang sudah baik. Jadi yang sudah baik dari Bu Risma akan dipertahankan dan melakukan perbaikan lebih baik lagi," katanya. (bid)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.