POLITIK

Bertemu di Istana Presiden, Jokowi dan Zulhas Bahas Koalisi

Laporan Farid Kusuma | Senin, 14 Oktober 2019 | 16:40 WIB
Joko Widodo Presiden menerima kunjungan Zulkifli Hasan Ketua Umum PAN, Senin (14/10/2019), di Istana Merdeka, Jakarta. Foto: Farid suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Joko Widodo Presiden, siang hari ini, Senin (14/10/2019), menerima kunjungan Zulkifli Hasan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), di Istana Merdeka, Jakarta.

Dalam pertemuan tertutup yang berlangsung di Ruang Jepara, sejumlah hal dibahas Jokowi dan Zulhas, antara lain tantangan Indonesia ke depan, usulan amandemen UUD NRI 1945 dan kemungkinan PAN masuk koalisi pemerintahan 2019-2024.

"Kami tadi berbicara mengenai tantangan Indonesia ke depan, tantangan yang akan kita hadapi baik dari posisi geopolitik, geoekonomi. Sekarang ini tantangan eksternal ekonomi, pelambatan ekonomi dunia, semua negara sudah merasakan. Hal-hal seperti itu perlu dibicarakan dengan ketua umum (parpol), sehingga ada masukan untuk menghadapinya," ujar Jokowi usai pertemuan.

Kemudian, Presiden menanyakan usulan amandemen UUD NRI 1945 kepada Zulhas selaku mantan Ketua MPR RI.


"Pak Zulkifli kan mantan Ketua MPR, dan sekarang masih Pimpinan MPR. Jadi, saya menanyakan apa yang sudah dipersiapkan, kajian seperti apa terkait amandemen," imbuhnya.

Jokowi tidak membantah ada pembicaraan ke arah koalisi. Tapi, hal itu belum sampai pada keputusan, termasuk juga mengenai peluang kader PAN menjadi menteri dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Ada pembicaraan soal koalisi, tapi belum sampai final, belum rampung," tegas calon Presiden terpilih periode 2019-2024.

Di tempat yang sama, Zulkifli Hasan menyatakan kesiapan PAN mendukung dan menyukseskan program-program pemerintah lima tahun ke depan.

"Saya mendukung agar Pak Presiden sukses. Tadi kami hanya bicara mengenai 'merah putih' saja, nggak bicara mengenai menteri. Saya tau diri, itu kan hak Pak Presiden. Ada atau tidak (menteri dari PAN) itu bukan hak kami. kalau saya kutip kata-kata Pak Prabowo, di luar atau dalam, kami tetap akan sukseskan," ucapnya.

Sekadar informasi, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin akan dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024, hari Minggu (20/10/2019). Upacara pengambilan sumpah jabatan akan diselenggarakan di Gedung DPR/MPR RI, kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

Menjelang pelantikan, sejumlah tokoh pimpinan partai politik cukup sering melakukan komunikasi politik dengan mendatangi Komplek Istana Kepresidenan. (rid/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.