POLITIK

Panglima TNI Minta Prajurit dan Polri Cermati Informasi Intelijen

Laporan Muchlis Fadjarudin | Kamis, 17 Oktober 2019 | 09:36 WIB
Marsekal Hadi Tjahjanto Panglima TNI dan Jenderal Tito Karnavian Kapolri saat apel gelar pasukan pengamanan dalam rangka pengambilan sumpah dan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 di Lapangan. Monas, Jakarta Pusat. Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Ribuan pasukan TNI dan Polri menggelar apel gelar pasukan pengamanan dalam rangka pengambilan sumpah dan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 di Lapangan. Monas, Jakarta Pusat.

Marsekal Hadi Tjahjanto Panglima TNI mengatakan, apel gelar pasukan hari ini dilakukan untuk memeriksa kesiapan akhir seluruh satuan personil TNI dan Polri, alat perlengkapan dan alutsista yang akan digunakan saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden nanti.

"Saya yakin kalian telah mendapatkan perintah terkait tugas dan tanggung jawab perorangan dan satuan. Oleh sebab itu pahami dan kuasai rincian tugas tersebut serta aturan pelibatan dalam menghadapi setiap perkembangan situasi yang terjadi," ujar Panglima TNI saat pidato di hadapan ribuan prajurit TNI dan Polri di Monas, Kamis (17/10/2019).

Kata Hadi, seluruh komandan satuan harus senantiasa memastikan anggotanya memahami, siapa berbuat apa, agar tidak terjadi gangguan dalam pelaksanaan tugas selanjutnya.


"Saya ingin menekankan agar setiap personil yang terlibat untuk terus memelihara Kewaspadaan nya terhadap berbagai perkembangan situasi yang terjadi," jelasnya.

Hadi menginginkan prajurit TNI dan Polri mencermati setiap informasi yang masuk dan mengolah informasi tersebut dengan cermat agar tidak melewatkan informasi intelijen sekecil apapun.

"Kegagalan memahami informasi akan menyebabkan pengambilan keputusan yang tidak tepat dan dapat membahayakan pelaksanaan tugas. Tugas yang kita laksanakan adalah demi bangsa dan negara, marwah dan nama baik Negara Kesatuan Republik Indonesia dipertaruhkan pada event ini," tegasnya.

Dengan demikian, kata dia, seluruh komponen bangsa harus turut serta dalam menjamin keberhasilan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih. TNI dan Polri harus bahu membahu dengan seluruh kementerian dan lembaga serta seluruh lapisan masyarakat untuk memastikan kelancaran keamanan, kenyamanan dan kesuksesan pelantikan tersebut.

"Oleh karena itu laksanakan koordinasi yang baik dengan satuan atas, satuan samping maupun satuan bawah. Laksanakan pula koordinasi yang baik dengan instansi-instansi terkait lainnya. Hilangkan ego sektoral yang sempit. Saatnya kita berbuat untuk kepentingan yang lebih besar yakni kepentingan bangsa dan negara," tegas Hadi.

Panglima juga minta kepada prajurit TNI dan Polri menyampaikan kepada keluarganya untuk berdoa demi kelancaran pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2019 dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu.

"Sampaikan pula kepada keluarga untuk senantiasa tidak terpengaruh dengan ajakan pihak pihak yang tidak bertanggung jawab yang hanya bermaksud memprovokasi dan membuat rusuh kerusuhan dan kerusakan yang hanya akan membawa kerugian bagi kita sendiri," pungkas Hadi.(faz/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.