POLITIK

PDIP Beri Sinyal Kuat Risma Masuk Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Laporan Zumrotul Abidin | Jumat, 18 Oktober 2019 | 14:37 WIB
Hasto Kristiyanto Sekjen DPP PDIP. Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Hasto Kristiyanto Sekjen DPP PDIP memberikan sinyal kuat Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya masuk dalam Kabinet Indonesia Kerja Jilid II Jokowi-Maruf Amin.

Dalam konferensi pers di Kantor DPD PDIP Jatim Jl Kendangsari, Jumat (18/10/2019), Hasto menegaskan sebagai partai pengusung utama Jokowi-Ma'ruf, PDIP akan mendapatkan kursi menteri terbanyak dibandingkan partai politik lainnya.

Dalam komunikasi pembentukan kabinet tersebut, Hasto menegaskan PDIP menggunakan lima pintu utama untuk merekrut calon menteri.

Pintu tersebut adalah dari partai politik (kader internal), kalangan profesional, lalu kepala daerah, dan Aparatur Sipil Negara (ASN), serta tokoh nasional dan tokoh masyarakat.


Khusus untuk kepala daerah, Hasto menjelaskan, Megawati Soekarnoputri Ketua Umum PDIP, telah mempelopori sebuah kematangan demokrasi. Kepemimpinan tingkat nasional itu dibentuk mulai proses dari bawah, seperti Pak Jokowi yang dimulai dari walikota, lalu gubernur hingga presiden.

"Nanti ada kepala daerah yang dipromosikan jadi Menteri. Ini sekaligus memperkuat tradisi demokrasi dari bawah yang dipelopori PDIP," katanya.

Hasto menyebut sejumlah kepala daerah di Jawa Timur memang mempunyai kapasitas bagus, mulai dari Budi Sulistyono alias Kanang Bupati Ngawi, Abdullah Azwar Anas Bupati Banyuwangi, dan Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya.

"Sekarang Ibu Risma sudah menjadi Ketua DPP Partai. Kalau di dalam profiling presiden baik, tentu saja hal tersebut dikonsultasikan dan didialogkan ke Megawati Soekarnoputri. Sebab, dalam proses pengajuan menteri tidak seperti pengajuan proposal tapi dengan dialog," katanya. (bid/dwi/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.