POLITIK

Mahfud MD Diminta Menjadi Menteri Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin untuk Membenahi Persoalan Hukum dan HAM

Laporan Farid Kusuma | Senin, 21 Oktober 2019 | 11:54 WIB
Mahfud MD memberikan keterangan sesudah bertemu dan berdiskusi soal penegakan hukum dengan Jokowi Presiden, jelan pengumuman menteri kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin, Senin (21/10/2019), di Istana Kepresidenan Jakarta. Foto: Farid suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Joko Widodo Presiden dan Ma'ruf Amin Wakil Presiden, pagi hari ini, Senin (21/10/2019), punya agenda bertemu dengan para calon menteri yang akan membantu menjalankan roda pemerintahan lima tahun ke depan.

Pantauan suarasurabaya.net di Istana Kepresidenan Jakarta, sekitar pukul 09.30 WIB, Mahfud MD menjadi calon menteri/pejabat setingkat menteri yang datang pertama.

Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu memakai kemeja lengan panjang warna putih.

Sesudah menghadap Jokowi Presiden, sekitar pukul 10.35 WIB, Mahfud keluar Istana Presiden.


Dia mengatakan, mendapat tawaran untuk menjadi menteri yang rencananya dilantik hari Rabu (23/10/2019), di Istana Kepresidenan.

Tapi, Mahfud mengaku belum diberi informasi detail posisi menteri apa yang akan ditempatinya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu bilang, tadi berdiskusi dengan Presiden terkait permasalahan ekonomi, politik, sosial, pelanggaran hak asasi manusia dan hukum yang istilahnya kurang menggigit.

"Saya tidak diberitahu menteri apa. Tetapi Pak Presiden bercerita problem-problem Indonesia yang sifatnya makro. Ekonomi politik sosial, kemudian yang agak dalam kami diskusi masalah pelanggaran HAM, dan hukum yang kurang menggigit," ujarnya di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta.

Lebih lanjut, Mahfud mengatakan, Presiden sangat prihatin dengan penegakan hukum yang beberapa tahun terakhir ini menurun. Maka dari itu, Mahfud diminta bekerja keras untuk menegakkan hukum sebaik-baiknya.

"Penegakkan hukum itu harus dimotori oleh lembaga eksekutif. Karena lembaga eksekutif mempunyai semua perangkat yang diperlukan untuk menegakkan hukum, dan itu disediakan oleh negara," tegasnya.

Selain Mahfud MD, sampai pukul 11.30 WIB, sudah ada Christiany Eugenia Paruntu Bupati Minahasa Selatan, Nadiem Anwar Makarim Founder Gojek, Wishnutama Komisaris Utama NET Mediatama, dan Erick Thohir Pengusaha/Mantan Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019.

Mereka semua para calon menteri yang sudah hadir di Istana Kepresidenan, kompak memakai kemeja warna putih dipadu dengan celana warna hitam.

Sebelumnya, sejumlah nama dari kalangan akademisi, teknokrat, profesional, politisi, dan relawan masuk daftar perkiraan calon pembantu presiden dan wapres masa bhakti lima tahun ke depan.

Bukan rahasia kalau hampir semua partai politik peserta Pemilu 2019 menyodorkan nama-nama kadernya untuk mengisi posisi menteri di pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. (rid/iss)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.