POLITIK

PAN Kaget Prabowo Mau Jadi Menteri di Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Laporan Ika Suryani Syarief | Selasa, 22 Oktober 2019 | 16:41 WIB
Prabowo Subianto Ketua Umum Partai Gerindra (kanan) dan Edhy Prabowo Wakil Ketua Umum Partai Gerindra (kiri) saat konferensi pers di depan Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/10/2019). Foto: Farid/Dok. suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Yandri Susanto Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) mengaku kaget dengan keputusan Prabowo Subianto Ketua Umum DPP Partai Gerindra yang mau menjadi menteri di kabinet Jokowi-Ma'ruf.

Dia mengaku kaget karena Prabowo merupakan mantan kompetitor Jokowi di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 namun menjadi menteri di pemerintahan Jokowi-Ma'ruf,

"Tentu kita kaget juga pak Prabowo mau jadi menteri ya," kata Yandri di Kompleks Parlemen, Jakarta, seperti dilansir dari Antara, Selasa (22/10/2019).

Dia menduga Prabowo memiliki mimpi besar agar bisa aktif kembali atau kemungkinan ingin membersihkan nama baiknya yang selama ini banyak pro-kontra di masyarakat.


Karena itu Yandri menilai ketika Prabowo menjadi menteri, maka punya kesempatan untuk mengabdi bagi bangsa dan negara, sehingga PAN menilai tidak masalah.

"Saya tidak terbayang, itu kan capres lalu nanti Rapat Kerja dengan Komisi I DPR, nanti jangan-jangan dipanggilnya Pak Capres bukan Pak Menteri," ujarnya.

Dia menegaskan PAN merasa tidak ditinggalkan oleh Gerindra ketika partai tersebut gabung dalam pemerintahan Jokowi-Ma'ruf meskipun pernah bersama dalam satu koalisi di Pilpres 2019.

Menurut dia, masing-masing partai punya rumah tangga, mekanisme, dan sikap politik sendiri yang harus dihormati semua pihak.

"Kuncinya ada di Presiden Jokowi, meskipun kanan-kiri banyak pro-kontra, banyak saran dan masukan namun keputusan ada di Presiden. Kalau Presiden mau memakai jasa Prabowo sebagai pembantunya di pemerintahan, kita tidak bisa apa-apa," katanya.(ant/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.