POLITIK

Komunikasi Politik Jokowi Sangat Terbuka, Diduga Karena Prabowo Masuk Kabinet

Laporan Agung Hari Baskoro | Rabu, 23 Oktober 2019 | 12:40 WIB
Joko Widodo (kanan) dan Prabowo Subianto. Foto: Dok. suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Gaya komunikasi politik Joko Widodo Presiden sejak proses pemanggilan calon menteri pada Senin (21/10/2019) hingga diumumkan hari ini, Rabu (23/10/2019) dinilai sangat terbuka. Suko Widodo Pengamat Komunikasi Politik Unair menduga, Prabowo Subianto mantan kompetitornya di Pilpres 2014 dan 2019 yang akhirnya merapat dan menjadi menteri di kabinet Indonesia Maju 2019-2024 menjadi sebabnya.

Ia berpendapat, Jokowi menampilkan simbol-simbol kedekatan dan keterbukaan pada publik sejak Senin (21/10/2019). Hal ini dicatatnya sebagai suatu hal yang berbeda dari momentum sama lima tahun lalu.

"Agak berbeda. Ini paling berbeda. Dulu dulu kan disimpan sendiri. Pak Jokowi dalam 5 tahun lalu pun menyimpan dan baru mengumumkan. Ini style baru," katanya.

Suko Widodo menilai, pada periode kedua, Jokowi terlihat lebih yakin dan percaya diri. Keputusannya memanggil satu persatu calon menteri ke Istana melalui pintu utama dinilai Suko sebagai upaya mengajak publik ikut menilai calon menteri pilihannya. Simbol ini juga dinilai sebagai upaya mencari dukungan publik atas keputusan yang dipilihnya.


Pemakaian kemeja berwarna putih bagi para calon menteri yang dipanggil ke istana juga simbol lain dalam komunikasi politik Jokowi yang ditujukan untuk membangun soliditas yang sengaja dipamerkan ke publik.

"Pak Jokowi menunjukkan style yang sangat the best, sangat yakin. Kepercayaan diri Pak Jokowi sangat tinggi. Bisa jadi karena presure politik yang begitu luar biasa itu sudah dimenangkan dalam tanda kutip. Bahkan kompetitornya Pak Prabowo pun sudah menjadi bagian dari yang membantu Pak Jokowi. Ini menunjukkan Pak Jokowi secara legitimasi secara de jure de facto sudah menguasai panggung politik nasional. Sehingga ada kepercayaan diri yang luar biasa," jelasnya.

Selain itu, Jokowi juga dinilai berupaya menunjukkan citra milenial dalam kabinet barunya. Selain menunjuk beberapa tokoh muda menduduki jabatannya, pada pengumuman menteri Rabu (23/10/2019) pagi, citra itu kembali berusaha ditunjukkan dengan adegan seluruh jajaran Kabinet Indonesia Maju duduk di tangga Istana Merdeka, Jakarta.

"Ini gaya milenial. Ini komunikasi milenial yang kemudian kolaboratif, komunikatif, dan ada kesan keakraban. Gaya terlepas dari struktur itu yang coba dipakai oleh Pak Jokowi," pungkasnya. (bas/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.